Rektor Unhas Manfaatkan Waktu Libur Diskusi Informal Dengan Mentan

960
FOTO: Menteri Pertanian RI, Prof. Syahrul Yasin Limpo, Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa WR II Prof. Sumbangan Baja, Dekan Pertanian Prof. Salengke, Dekan FKG Prof. Ruslin dan Dekan Fakultas Hukum Prof. Farida. Wakil Ketua Majelis Wali Amanat Unhas Prof. Ambo Ala juga turut hadir. Sementara Mentan didampingi oleh Stafsus Kementan Prof. Imam Mujahid, yang juga dosen Pertanian Unhas. (27/4/2022)
FOTO: Menteri Pertanian RI, Prof. Syahrul Yasin Limpo, Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa WR II Prof. Sumbangan Baja, Dekan Pertanian Prof. Salengke, Dekan FKG Prof. Ruslin dan Dekan Fakultas Hukum Prof. Farida. Wakil Ketua Majelis Wali Amanat Unhas Prof. Ambo Ala juga turut hadir. Sementara Mentan didampingi oleh Stafsus Kementan Prof. Imam Mujahid, yang juga dosen Pertanian Unhas. 27/4/2022)
Advertisement

LEGION NEWS.COM – Meski masih hari libur nasional, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa tetap bekerja dan melakukan konsolidasi pasca pelantikannya tanggal 27 April yang lalu.

Kamis siang, Rektor Unhas ngobrol santai dengan Menteri Pertanian RI, Prof. Syahrul Yasin Limpo dan mendiskusikan beberapa program strategis untuk pengembangan Unhas. Rektor Unhas didampingi oleh WR II Prof. Sumbangan Baja, Dekan Pertanian Prof. Salengke, Dekan FKG Prof. Ruslin dan Dekan Fakultas Hukum Prof. Farida. Wakil Ketua Majelis Wali Amanat Unhas Prof. Ambo Ala juga turut hadir. Sementara Mentan didampingi oleh Stafsus Kementan Prof. Imam Mujahid, yang juga dosen Pertanian Unhas.

Diskusi yang berlangsung selama sekitar 3 jam itu, menurut Prof. Jamal sangat produktif karena berhasil menyepakati beberapa hal yang sangat positif.

Pertama, Kementan menyambut baik inisiatif Rektor Unhas untuk berkoordinasi mengenai rencana launching program Millenial Bertani. Program ini rencananya akan melibatkan 1000 mahasiswa Unhas untuk terlibat langsung di lapangan menanam produk pertanian yang hasilnya bisa di ekspor ke manca negara. Program ini akan dikonsultasikan secara detail dengan tim Kementan sekaligus akan mensinergikan dengam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program Millenial Bertani ini juga akan dikoordinasikan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dimana Kementan akan membantu melakukan komunikasi.

Advertisement

Kedua, Kementan mendorong Unhas agar menggiatkan green economy, blue economy dan pembangunan berkelanjutan. Pak Menteri secara khusus meminta Pak Rektor agar isu-isu global ini benar-benar dikuasai untuk menopang eksistensi Unhas sebagai kampus terbesar di Indonesia Timur.

Menteri yang juga alumni Unhas ini siap untuk berkontribusi baik melalui pelatihan, lokakarya, seminar nasional dan internasional dalam meningkatkan kualitas SDM Unhas. Bahkan Menteri Pertanian setiap saat bersedia apabila diminta untuk memberikan kuliah umum di Unhas.

Ketiga, Kementan siap membantu Unhas untuk memperkuat gagasan mengenai program KKN Internasional. Negara tujuan KKN seperti Jepang, Australia, Selandia Baru akan diupayakan karena jejaring Kementan sudah sangat bagus di negara tersebut. Semua ini dilakukan agar Unhas sebagai kampus kebanggan Indonesia Timur dapat terus eksis dan terdepan dalam kontribusi membangun bangsa.

Dialog informal sambil makan siang ini berakhir sekitar pukul 15.30 wita. Di akhir pertemuan, Pak Rektor berjanji untuk segera meminta tim Unhas merampungkan perencanaan program dan selanjutnya akan berdiskusi dengan tim Kementan untuk merealisasikan apa yang telah disepakati dalam bentuk MOU. “Semoga sinergi antara Kementan dan Unhas dapat terus berlanjut”, pungkas Prof. Jamal. (**)

Advertisement