Kemarau Bergilir Padam, Antri Elpiji dan BBM

0
FOTO: Ilustrasi antrean kendaraan saat mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Makassar. (Dok. Ist)
FOTO: Ilustrasi antrean kendaraan saat mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Makassar. (Dok. Ist)

Catatan : Andi Pasamangi Wawo, Jurnalis Senior di Sulawesi Selatan.

LEGIONNEWS.COM – RUBRIK, Belum usai derita tanaman di halaman rumah saya banyak yang mati kekeringan karena cuaca panas dan air bersih PDAM sudah berapa hari tidak mengalir. Serta, pemadaman listrik bergilir. Ekh, datang lagi cobaan berikut ini.

Ceritanya, Jumat kemarin saya bersama keluarga ke kota Pangkakene kabupaten Pangkep. Rencana janjian teman lama, sekalian ‘reuni’ sambil Jumatan bersama di sana. Tapi, komitmen waktu jadi bergeser jauh akibat banyak macet gara gara mobil yang mayoritas truk antri dua sisi jalan di tiap SPBU yang dilalui.

Advertisement

Untung mobil saya sejak dulu selalu terbiasa diisi sebelum jarum BBM di spidometer menunjuk setengah.

Bayangkan, saya yang tidak ikut antri Bahan Bakar Minyak (BBM)pun harus menempuh 3 jam. Padahal jaraknya hanya 60 kilometer saja. Bagaimana nasib para sopir ekspedisi yang katanya, sudah berjam jam antri. Bahkan ada yang terpaksa bermalam.

Balik agak sore, setelah melahap habis ikan bakar dan sop saudara, saya pilih lewat Moncongloe Kab Maros memotong ke Kecamatan Manggala Kota Makassar untuk hindari macet. Namun, ternyata macetnya lebih parah di SPBU dekat kawasan militer Kariango, sebelum petigaan Kostrad Kodam XIV/Hn. Waktunya nyaris 3 jam juga.

PERTAMINI

“Mungkin ada permainan dgn ribuan ‘Pertamini’ yang tidak berijin dan bisa menjual di mana saja, sekalipun bahaya bisa timbulkan kebakaran “, celoteh seorang sopir yang sempat saya monitor ketika lagi berbincang dengan teman ngantrinya di tepi jalan, dekat kendaraannya parkir.

“Boleh jadi. Pertanyaanmya, para penjual BBM subsidi khususnya Pertalite ini beli dimana kalau bukan di SPBU”, sambung sopir lainnya, sambil menambahkan dengan nada tanya:” Itukan BBM untuk subsidi. Mengapa Pertamini bisa beli banyak setiap hari tanpa barkot..?”.

Sayangnya, mobil saya harus bergerak perlahan meninggalkan mereka yang lagi berasumsi.

GANJIL GENAP.

Hari ini, Sabtu (13/9) Gubernur Sulsel A. Sudirman Sulaiman buat kebijakan sebagai salah satu solusi darurat.

Semoga aturan ‘ganjil – genap’ sesuai tanggal dan nomor polisi ini, bisa normalkan situasi seperti sediakala. Tentu sangat berharap, para pe’main’ kejahatan BBM dan Gas Elpiji yang membuat masyarakat resah dan panik bisa dibekuk. Apalagi ada ‘petunjuk’ bisa mengedus info ‘pulbaket’ dengan adanya beberapa SPBU yang telah mendapat sanksi oleh Pertamina. Mari kita tunggu bersama. Bukankah di balik kesusahan ada kemudahan.

Advertisement