Tolak MBG dan KDMP, Kini Rektor Unsoed di OTT KPK Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru Kedokteran

0
KPK
KPK

LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq sempat membuat heboh publik beberapa waktu lalu. Ia saat itu bersama para mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Menolak keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampus.

Kini Rektor Unsoed bernasib naas, Ia kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Namun OTT itu tidak ada keterkaitan dengan dapur MBG.

Prof Akhmad Sodiq di OTT KPK terkait dengan kasus suap penerimaan mahasiswa baru kedokteran.

Advertisement

“Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor UNSOED,” ujar Jubir KPK Budi Prasetyo kepada media di Jakarta, Jumat (21/8).

“Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa di antaranya di Fakultas Kedokteran,” ujar Jubir KPK Budi Prasetyo.

Selain Rektor, KPK ternyata juga menangkap dua Wakil Rektor Unsoed dalam OTT di Purwokerto kemarin. Wakil Rektor II dan III ditangkap oleh KPK.

Jubir KPK Budi Prasetyo menyebut dua Warek Unsoed yang turut diamankan KPK yakni Norman Arie Prayogo dan Kuat Puji Prayitno.

Norman merupakan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unsoed, sementara Kuat selaku Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Unsoed.

“Benar (2 Warek ikut diamankan). Warek II dan III,” kata Budi.

Selain Sodiq, ada 13 orang lainnya yang terkena operasi tangkap tangan (OTT). Sodiq diamankan di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah, bersama 11 orang lainnya dan dua orang di Jakarta.

“Dua orang yang diamankan di Jakarta langsung dilakukan permintaan keterangan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo.

“Sedangkan dua belas orang yang diamankan di Purwokerto, menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas,” sambungnya.

Dalam OTT tersebut, KPK juga turut mengamankan sejumlah uang.

“Memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana,” lanjutnya.

Rektorat dan Mahasiswa Unsoed Tolak Program MBG dan KDMP

Jajaran rektorat bersama mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, menyatakan menolak program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.

Hal itu tertuang dalam salah satu poin pernyataan sikap yang dibacakan Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq saat menemui mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di depan rektorat Senin silam (22/6/2026).

Aksi bermula ketika puluhan mahasiswa Unsoed menggeruduk gedung rektorat sore hari sebagai bentuk kemarahan dan kekecewaan atas keikutsertaan salah satu mahasiswa Unsoed bernama Rapid Bena Matin dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke NTT, Gorontalo, dan Papua pekan lalu. Mahasiswa menggelar orasi dan berdiskusi dengan jajaran rektorat yang menemui mereka. Pada sesi akhir, mahasiswa mendesak rektor menandatangani dan membacakan pernyataan sikap yang telah mereka siapkan.

Dalam pernyataan bersama tersebut, rektorat dan mahasiswa Unsoed menegaskan empat poin utama.

Pertama, keterlibatan individu mahasiswa dalam kegiatan kunjungan kerja Wapres tidak dapat serta merta dipahami sebagai representasi sikap mahasiswa Unsoed maupun gerakan mahasiswa secara kolektif.

Kedua, penolakan terhadap segala bentuk kooptasi maupun kompromi politik yang menjadikan mahasiswa sebagai instrumen pencitraan kekuasaan di tengah berbagai persoalan bangsa.

Ketiga, penolakan keras terhadap program MBG dan Koperasi Merah Putih.

“Kami menolak dengan keras program makan bergizi gratis dan Koperasi Merah Putih yang secara terang-terangan memangkas dana pendidikan, kesehatan, APBN dan pada akhirnya merugikan rakyat,” bunyi pernyataan yang dibacakan Rektor Akhmad Sodiq.

Keempat, penegasan bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan untuk menghakimi atau menyerang individu tertentu, melainkan diarahkan pada prinsip bahwa independensi gerakan mahasiswa harus dijaga dari segala bentuk kepentingan politik praktis yang dapat mengikis kepercayaan publik.

Usai membacakan pernyataan tersebut, Rektor Sodiq memberikan penjelasan tambahan mengenai batas kewenangan institusi kampus.

“Ini sikap bersama mahasiswa, tapi kalau posisinya tetap bahwa perguruan tinggi itu di Tri Dharma, enggak bisa melebihi dari itu,” kata Sodiq saat dimintai konfirmasi.

Pernyataan itu juga secara implisit menegaskan tidak akan adanya program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih yang masuk ke lingkungan Universitas Jenderal Soedirman.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed, Azza Febra Pramudika, menyatakan pihaknya akan mengawal komitmen rektor yang telah disampaikan secara terbuka tersebut.

“Kami pasti akan mengawasi secara komprehensif supaya jelas apa yang disampaikan dan apa yang dinyatakan oleh Pak Rektor hari ini tidak dikangkangi dan tidak dicederai kembali dengan melakukan agenda-agenda politik kekuasaan tanpa adanya transparansi kepada mahasiswa,” ujar Azza.

Ia menegaskan harapan agar rektor dapat berkomitmen penuh terhadap pernyataan sikap yang telah disampaikan di hadapan seluruh mahasiswa yang hadir. (*)

Advertisement