Relawan Logis 08: Ekosistem Belum Siap, Danantara Sebaiknya Tunda Investasi Peternakan Ayam

0
Ket Foto: Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo (Ist)**
Ket Foto: Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo (Ist)**

MAKASSAR – Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, yang merupakan relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024, meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara untuk menunda rencana investasi sebesar Rp20 triliun di sektor peternakan ayam pedaging dan petelur.

Menurut Anshar Ilo, rencana investasi jumbo tersebut patut diapresiasi karena bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia menilai pelaksanaan program tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa apabila ekosistem bisnis peternakan nasional belum benar-benar siap.

“Program ini sangat baik dan strategis karena dapat memperkuat rantai pasok ayam dan telur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Tetapi kami meminta Danantara menunda dulu investasi ini jika seluruh ekosistem usaha belum siap. Jangan sampai dana besar justru menimbulkan risiko kegagalan,” ujar Anshar Ilo, Minggu (17/05/2026).

Advertisement

Anshar menegaskan bahwa ada banyak aspek fundamental yang harus dipersiapkan secara matang sebelum investasi tersebut direalisasikan. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kualitas kandang modern, ketersediaan pakan, mutu bibit (DOC), teknologi budidaya, hingga sistem manajemen produksi dan distribusi.

“Peternakan ayam membutuhkan standar yang tinggi. Kandang harus memenuhi spesifikasi, teknologi harus memadai, bibit dan pakan harus berkualitas, serta sumber daya manusia harus siap. Jika hal-hal ini belum dimaksimalkan, maka investasi sebesar Rp20 triliun berpotensi tidak efektif,” katanya.

Ia juga menyoroti peran strategis PT Berdikari sebagai BUMN yang selama ini bergerak di sektor peternakan dan pangan. Menurutnya, PT Berdikari harus mampu menjadi lokomotif dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan protein hewani nasional, dan mendukung suksesnya Program MBG.

Namun demikian, Anshar mengaku masih meragukan kesiapan operasional dan kapasitas eksekusi di lapangan apabila investasi tersebut dipaksakan tanpa perencanaan yang matang.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah meningkatkan produksi ayam dan telur nasional. Tetapi investasi sebesar ini harus diawali dengan kajian komprehensif, pilot project, dan pembangunan ekosistem yang kuat. Jangan sampai niat baik justru berujung pada pemborosan anggaran,” tegasnya.

Logis 08 menilai, apabila seluruh infrastruktur, teknologi, dan tata kelola telah siap, investasi Danantara dapat menjadi tonggak penting bagi kemandirian pangan Indonesia sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Kalau ekosistemnya sudah matang, kami yakin investasi ini akan memberikan manfaat besar bagi peternak, masyarakat, dan negara. Tetapi jika belum siap, lebih baik ditunda sampai semuanya benar-benar siap,” tutup Anshar Ilo.

Advertisement