LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Keputusan DPP PAN mencopot Sitti Husniah Talenrang dari jabatan Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat gusar pendiri partai berlambang matahari di Sulsel itu geram.
Secara tegas, Politisi senior sekaligus pendiri PAN di Sulawesi Selatan, Busrah Abdullah, menyatakan perlawanan terbuka terhadap keputusan Zulkifli Hasan yang menunjuk Ashabul Kahfi sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Busrah menilai langkah DPP PAN adalah tindakan otoriter yang mengangkangi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta platform partai.
Menurutnya, keputusan mengganti Husniah di tengah jalan merupakan langkah yang memalukan dan konyol. Politik
“Maka DPP PAN sendiri yang menginjak-injak AD/ART dan platform partai ini. Keputusan yang memalukan dan sangat otoriter dilakukan DPP PAN Pusat. Pasti saya pribadi sebagai pendiri partai di Sulsel melawan keputusan yang sangat konyol ini,” tegas Busrah Abdullah, Jumat, 8 Mei 2026.
Busrah juga melontarkan kritik pedas terhadap gaya kepemimpinan Ashabul Kahfi yang dinilainya monoton dan membosankan. Ia bahkan berpendapat bahwa kepemimpinan PAN Sulsel seharusnya diberikan kepada figur lain yang lebih segar, seperti Bupati Maros, Chaidir Syam.
Lebih jauh, Politisi yang pernah menjadi mantan Calon Wali Kota Makassar ini menduga adanya pelanggaran serius yang dilakukan oleh Ashabul Kahfi bersama salah satu Wakil Ketua Umum DPP PAN. Ia menuding keduanya telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan “kejahatan politik”.
“Saya adalah kader dan pendiri partai tahun 1997/1998. Kami bersepakat menuntut Ashabul Kahfi dan salah satu Wakil Ketua DPP PAN Pusat. Kami akan menuntut secara Perdata, PTUN, dan Pidana. Hukum wajib ditaati, insya Allah menang melawan kezhaliman,” lanjutnya.
Ia pun memperingatkan DPP agar tidak mengelola partai layaknya perusahaan pribadi. “Janganlah kelola partai ini diibaratkan perusahaan sendiri. Beda pedoman menjalankan partai dan beda pedoman mengelola perusahaan pribadi. Pakai otak!” cetus Busrah.
Sebelumnya, DPP PAN melalui Wakil Ketua Umum Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa penunjukan Ashabul Kahfi bertujuan untuk mempercepat konsolidasi partai dan pelaksanaan Rakerda di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Husniah Talenrang ditarik ke kepengurusan harian DPP PAN untuk memperkuat basis partai di tingkat nasional.
Namun, bagi Busrah Abdullah, alasan tersebut tidak dapat diterima. Ia menganggap Kahfi sebagai kader yang ambisius dan gagal memimpin PAN Sulsel, sehingga keputusan DPP ini dianggap sebagai langkah mundur bagi partai berlambang matahari putih tersebut di Sulawesi Selatan. (*)
























