Aksi Damai PMII Makassar di AAS Building Dibubarkan Paksa Kelompok Penggugat Ahli Waris Moha

0
FOTO: Aksi damai yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar di depan Kantor AAS Building, Jalan Urip Sumoharjo No. 3, Kecamatan Panakkukang, Selasa (4/8/2026).
FOTO: Aksi damai yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar di depan Kantor AAS Building, Jalan Urip Sumoharjo No. 3, Kecamatan Panakkukang, Selasa (4/8/2026).

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Aksi damai yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar di depan Kantor AAS Building, Jalan Urip Sumoharjo No. 3, Kecamatan Panakkukang, berakhir ricuh.

Massa aksi dibubarkan paksa oleh kelompok penggugat yang mengaku sebagai ahli waris Moha bin Batjo, Selasa (4/8/2026).

Demonstrasi tersebut sengaja digelar untuk menyuarakan dugaan keterlibatan pihak AAS Building dalam sengketa lahan yang terjadi di kawasan Lakkang Ca’di.”Kami melakukan aksi ini untuk menyoroti dugaan keterlibatan AAS Building dalam sengketa tanah di Lakkang Ca’di,” ujar Ketua PMII Makassar, Arfiansyah Aris.

Advertisement

Pria yang akrab disapa Fian ini sangat menyayangkan tindakan represif yang dilakukan oleh kelompok ahli waris tersebut. Menurutnya, tindakan menghadang mahasiswa ini mengindikasikan adanya kerjasama terselubung antara pihak penggugat lahan dengan AAS Building.

“Yang kami soroti adalah AAS Building, tetapi mengapa mereka (ahli waris) yang justru merepresi aksi kami? Kecuali, memang sudah ada komunikasi atau kerja sama antara pihak AAS dengan penggugat,” tegas Fian.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kelompok ahli waris penggugat memang terlihat sudah bersiaga di samping gedung AAS Building sebelum demonstran tiba.

Terlihat juga Nursiah, Agustina, dan Salma yang merupakan penggugat dalam perkara no.254/Pdt.G/2026/PN Mks terkait sengketa lahan di Lakkang Ca’di. Saat massa PMII Makassar mulai berorasi, kelompok tersebut langsung mendatangi dan mengintervensi mahasiswa.

Kader PMII Makassar lainnya, Ade, menilai tindakan represif tersebut merupakan skenario terstruktur untuk mengalihkan substansi tuntutan mahasiswa.”Ini skemanya sengaja ingin membenturkan massa aksi di lapangan, agar nama AAS Building tidak tersorot dalam pusaran sengketa ini,” kata Ade.

Guna menghindari bentrokan fisik yang lebih meluas, massa aksi PMII Makassar akhirnya memilih untuk menarik diri dan membubarkan barisan secara teratur. (*)

Advertisement