“Mahasiswa Sebagai Agent Of Changes”

Advertisement

Penulis: Dr.dr. Ampera Matippanna, Sked. MH. Bertugas di Dokter fungsional Pada Badan Pengembangan SDM Provinsi Sulawesi Selatan

EDUKASI||Legion News – Bergelar Doktor hukum, Alumni program pascasarjana dari Universitas Muslim Indonesia ini, Juga seorang Dokter lepasan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, dr. Ampera rajin membuat karya tulis yang dituangkan dalam akun media sosialnya miliknya, Dokter dan Pemerhati sosial ini adalah penggiat media sosial, iya tak akan henti-hentinya melahirkan pemikiran jernih dalam tulisan-tulisannya di dinding media sosial Facebook milik Mark Elliot Zuckerberg.

Mahasiswa adalah salah satu elemen masyarakat yang terdiri dari kumpulan orang-orang yang terpelajar, sehingga memiliki intelektualitas yang tinggi .

Sebagai kaum yang terpelajar sudah sepantasnya mereka memiliki logika berfikir yang baik dalam melakukan analisis dalam berbagai hal, tidak hanya dalam dunia kependidikan, melainkan juga dalam hal sosial lainnya yang berkembang di sekitarnya.

Advertisement

Sejarah telah membuktikan kehadiran mahasiswa sebagai agent of changes dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mulai dari zaman pergerakan nasional, kemerdekaan dan reformasi dimana mahasiswa tampil sebagai garda terdepan dalam setiap momentum perubahan-perubahan besar tersebut.

Mahasiswa adalah aset nasional yang perlu mendapatkan perhatian serius, karena selain sebagai agent of canges karena kemampuan menggunakan logika berfikir yang baik dalam mempengaruhi banyak orang dalam momentum perubahan juga karena mahasiswa adalah generasi pelanjut pembangunan dalam upaya mewujudkan tujuan negara .

Maju mundurnya sebuah negara sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia mahasiswanya yang memiliki kompetensi keilmuan yang tinggi dan sikap perilaku moralitas yang tinggi karena merekalah yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa, aparatur pemerintahan dan tenaga-tenaga kerja andalan di berbagai bidang pembangunan nasional.

Tentunya kesadaran akan hal ini menjadi penting bagi para mahasiswa dalam memperlengkapi diri masing-masing agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing yang akan masuk ke dalam negeri sebagai efek dari globalisasi dunia.

Dalam konteks percaturan politik dalam negeri tidak sedikit pihak yang berupaya memanfaatkan potensi mahasiswa dalam pencapaian kepentingan-kepentingan individu atau kelompok atau setidaknya berupaya menunggangi aksi-aksi mahasiwa dalam memainkan perannya sebagai agent of changes khususnya dalam melakukan kritik sosial terhadap pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan agar dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Kritik sosial dalam bentuk aksi demonstrasi sebagai kebebasan berpendapat dimuka umum tentunya bukanlah hal yang salah atau keliru jika dilakukan oleh mahasiswa karena yang menjadi tujuan utamanya adalah mempengaruhi kebijakan pemerintah agar lebih berpihak pada kepentingan rakyat.

Namun menjadi ironi jika kritik sosial tersebut dilaksanakan atas nama kepentingan rakyat namun di dalamnya terselubung maksud lain karena pesanan dari pihak-pihak tertentu dengan maksud-maksud yang inkonstitusional.

Tentunya mahasiswa dengan kemampuan logika berfikir yang baik akan melakukan filter dalam menjaga kemurnian pergerakan yang akan dilakukannya dengan melakukan analisis terhadap dampak peruban yang akan terjadi sebagai akibat dari setiap pergerakan yang dilakukannya termasuk membebaskan diri dari domplengan pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Pergerakan mahasiswa sebagai agent of changes adalah pergerakan yang murni yang semata untuk kepentingan rakyat dan orang banyak.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka sangatlah penting bagi para mahasiswa untuk menjaga jati dirinya sebagai kaum intelektual yang menjadi panutan masyarakat agar setiap gerakan-gerakan perubahan yang dilakukannya menuai pujian dan dukungan rakyat dan orang banyak.

Hidup mahasiswa…!!, mahasiswa bersatu sulit dikalahkan. Jadilah agent of changes untuk kesejahteraan rakyat dengan cara yang elegan yang terhindar dari anarkistis dan vandalisme.

Advertisement