Desa di Sukamaju Selatan Ada yang Belum Punya Tiang Listrik

56

Foto: Reses tahap II DPRD Luwu Utara di Kecamatan Sukamaju

LUWU UTARAllLegion News – Bagi sebagian besar masyarakat awam, “Reses” adalah istilah yang mungkin jarang didengar dan tentu saja menjadi hal yang tak lazim bagi mereka. Namun, bagi para legislator yang mewakili rakyat di Parlemen, masa Reses menjadi suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu.

Betapa tidak, selain para wakil rakyat ini bisa beristirahat dari padatnya jadwal siding di parlemen, masa reses ini juga memberi kesempatan kepada para wakil rakyat untuk bertemu langsung dengan para konstituen di daerah pemilihan (Dapil) yang mereka wakili, masa Reses ini juga bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat yang ada di Dapil tersebut.

Pada masa reses DPRD Luwu Utara kali ini, Legion News berkesempatan mendampingi para legislator dari Dapil II DPRD Kab. Luwu Utara untuk mengikuti jalannya reses di dapil mereka yang mana meliputi wilayah Kecamatan Sukamaju, Kecamatan Sukamaju Selatan, Kecamatan Bone-Bone, dan Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu utara, Sulawesi selatan.

Pada reses hari pertama, baru Kecamatan Sukamaju dan Kecamatan Sukamaju Selatan yang sempat dikunjungi oleh para anggota dewan tersebut. Selanjutnya secara berturut-turut adalah Kecamatan Bone-Bone dan terakhir Kecamatan Tana Lili.

Dari pantauan Legion News, para konstituen yang umumnya dihadiri oleh aparat perangkat desa terlihat sangat antusias dalam menyampaikan aspirasi-aspirasi masyarakatnya kepada para wakil rakyat tersebut. Aspirasi mereka pun sangat beragam, ada yang menginginkan perbaikan jalan, normalisasi sungai, pembangunan tiang listrik dan lain-lain. Secara garis besar, tetap tertuju kepada pembangunan infrastruktur di daerah masing-masing.

Semisal di Kecamatan Sukamaju Selatan, masyarakat Desa Sukamukti yang diwakili oleh Kepala Desa Sukamukti sendiri, Umar. S.Pd, menyampaikan kepada para anggota dewan yang melaksanakan reses bahwa dari sebelas Desa yang ada di wilayah Kecamatan Sukamaju Selatan, Desa Sukamukti adalah satu-satunya Desa yang sampai hari ini (Kamis 22/10) belum memiliki tiang listrik sama sekali.

Desa Sukamukti sendiri seperti yang tertulis pada portal resmi Desa Sukamukti dihuni oleh sedikitnya 1358 jiwa. Hal ini tentu saja harus menjadi perhatian utama para legislator dari daerah ini untuk selanjutnya dibahas dalam rapat-rapat di parlemen dan tentu saja kita semua mengharapkan agar aspirasi-aspirasi masyarakat ini dapat segera terealisasi.

Contoh kasus diatas tentu saja menjadi polemik, dimana kita semua tahu bahwa beberapa tahun terakhir masa kepemimpinan Preseiden Joko Widodo, infrastruktur merupakan hal yang sangat prioritas ketimbang pembangunan gedung-gedung “kurang” tepat guna yang menelan anggaran sampai puluhan miliyar. (Nca)

Advertisement