Abrasi Mengancam Kehidupan Masyarakat Desa Kolorai, Masyarakat Desak Pembangunan Talud

Morotai, Legion-news.com, Desa Kolorai, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku utara adalah pulau wisata yang berpenghuni kurang lebih 600 jiwa dari 117 KK (kartu keluarga), saat ini abrasi pantai yg terjadi di Desa Kolorai sangat memprihatinkan.

Menurut Yusril, salah satu tokoh masyarakat Desa Kolorai melalui komunikasi massenger Facebook, Selasa (23/06), menyatakan bahwa talut yang di bangun untuk menahan gelombang besar dimulai sejak tahun 2003 lewat program PNPM, kini 75% telah hancur parah.

Dampaknya sangat terasa, mulai dari konsumsi air bersih masyarakat yang dulunya air sumur, sekarang tidak bisa mengkonsumsi air sumur, kebanyakan meminum air galon.

Tidak hanya perubahan air, abrasi Kolorai dapat mengancam kita kehilangan fasilitas umum seperti Kantor layanan PLN dan SMP Muhammadiyah, karena tinggal 12 meter lagi dari bibir pantai kearah sekolah dan PLN.

Advertisement

“Sudah 10 tahun sejak pergantian pemerintahan tapi tidak sedikitpun ada perhatian terhadap abrasi yang sudah parah. Harusnya abrasi menjadi program prioritas, bukan meninggalkan pembangunan yang lain, namun kita harus tahan, fokusnya pada abrasi yang sangat penting, sebab untuk apa membangun jalan pakai paving blok kalau masyarakat terancam pindah karna pulau itu akan tergusur habis akibat abrasi”, urai Yusril yang juga Mantan Kepala Desa Kolorai di tahun 2003-2009.

Ia melanjutkan, “Untuk apa membangun instalasi air bersih kalau airnya sudah menjadi garam akibat abrasi yg telah menggusur habis pohon-pohon besar di bibir pantai sebagai pelindung”, tambah Yusril.

Terpisah, Ketua BPD Desa Kolorai, Jamil Labuha menanggapi ketika di konfirmasi pihak Koresponden Legion-news, terkait persoalan abrasi (23/06). Jamil mengatakan bahwa kami sudah mengajukan permintaan tertulis ke pemerintah kabupaten pada saat Musrebang untuk anggaran 2021 yang dilaksanakan di Hotel Kota Daruba.

“Kita bisa menggunakan anggaran desa 1,2 milyar, tapi poinnya harus bertahap dan juga itupun ketika masyarakat sepakati untuk tidak ada pembangun yang lain, upaya anggaran desa kita gunakan untuk membangun talud penahan gelombang di Desa Kolorai masalah yang dihadapi oleh warga masyarakat Kolorai kami sudah terimah dan sudah menampung, abrasi sudah menjadi bencana alam yang membutuhkan biaya yang besar untuk mengatasinya”, tutup jamil.

Laporan: Koresponden Wilayah Maluku Utara || Editor: Achmad K

Advertisement