
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Event Makassar Half Marathon 2026 mendatang tuai penolakan dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, Gerakan Pemuda Islam Indonesia GPPII.
Hal itu disampaikan Pimpinan Daerah Kota Makassar (GPII PD Kota Makassar) Moh Lingga.
Dalam keterangan tertulisnya kepada media diterima Jumat (29/5). Menyebutkan event tersebut menelan anggaran dari APBD Kota Makassar senilai Rp 2,5 Milyar.
“Menurut Informasi yang kami himpun event Makassar Half Marathon 2026 ini dilaksanakan dengan dugaan penggunaan anggaran APBD kota makassar sebesar sekitar 2,5 Milyar Rupiah” ujar Lingga dalam keterangannya itu.
Menurut Ketua OKP GPII PD Kota Makassar dugaan penggunaan anggaran APBD sebesar 2,5 milyar untuk event Makassar Half Marathon itu sangatlah tidak efisien dari sisi dan aspek manapun.
Kata Lingga, Anggaran sebesar itu sebaiknya untuk pembangunan, fasilitas olahraga seperti sirkuit, skate park agar mendapatkan sumber daya pemuda di kota Makassar.
“Disamping itu juga kami lihat, adanya dugaan tingginya tingkat perputaran uang yang dapat diduga mengarah kepada tindak pidana korupsi, sebab selain penggunaan APBD sebesar 2,5 Milyar Rupiah, terdapat juga biaya sponsor, dan pendaftaran untuk Makassar Half Marathon,” ungkap Ketua GPII Makassar ini.
“Jjadi tanya besar lahir uang sponsor dan pendaftaran peserta ini kemana, siapa yang kelola, dan seperti apa metode pengelolaan nya ini patut di duga Double Funding” katanya.
Kata Lingga, Sengan anggaran APBD Kota Makassar sebesar dugaan Rp2,5 Milyar yang digunakan untuk buat event lari masih banyak hal-hal baik dan mulia lain yang bisa memberikan dampak dan income positif tidak hanya untuk pemerintah semata saja namun juga untuk warga masyarakat.
“APH harusnya sudah mengendus dugan-dugaan seperti ini,kalau perlu panggil Kadispora Kota Makassar, lakukan audit, penyelidikan, pemeriksaan dan tindakan hukum lainnya.” tutur Lingga. (*)























