Unhas Tampilkan Model Kemitraan Internasional Berdampak di Forum ASEAN–Uni Eropa

0
FOTO: Direktur Kemitraan Strategis Unhas, Abdullah Sanusi, S.E., MBA., Ph.D., mewakili Unhas memaparkan mengenai “UNHAS–EU Partnerships for Healthier Communities and Sustainable Futures.”
FOTO: Direktur Kemitraan Strategis Unhas, Abdullah Sanusi, S.E., MBA., Ph.D., mewakili Unhas memaparkan mengenai “UNHAS–EU Partnerships for Healthier Communities and Sustainable Futures.”

LEGIONNEWS.COM – FILIPINA, Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan model kemitraan internasional yang menghubungkan riset, pengembangan kapasitas akademik, dan penyelesaian persoalan masyarakat dalam kegiatan Sustainable Futures Showcase: Talent and Collaboration in Action. Forum ini merupakan ruang bagi perguruan tinggi dan institusi dari kawasan ASEAN dan Eropa untuk berbagi pengalaman serta menampilkan praktik kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui program EU–ASEAN Sustainable Connectivity Package Higher Education (SCOPE-HE), didanai Uni Eropa dan bekerja sama dengan Commission on Higher Education (CHED) Filipina, menghadirkan berbagai praktik kemitraan lintas negara. Dalam forum tersebut, Unhas mempresentasikan dua model kolaborasi yang berorientasi pada penguatan riset dan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Kemitraan Strategis Unhas, Abdullah Sanusi, S.E., MBA., Ph.D., mewakili Unhas memaparkan mengenai “UNHAS–EU Partnerships for Healthier Communities and Sustainable Futures.” Paparan tersebut mengangkat dua bentuk kemitraan, yakni kolaborasi riset kesehatan berbasis komunitas dan kerja sama akademik jangka panjang di bidang kedokteran serta kedokteran gigi.

Advertisement

Kolaborasi pertama melibatkan Unhas, International Centre for Antimicrobial Resistance Solutions (ICARS), Denmark, dan Monash University Indonesia. Kerja sama ini mengintegrasikan pendekatan One Health dan Planetary Health untuk menangani persoalan penggunaan antimikroba (antimicrobial use/AMU) dan resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR).

Program tersebut dirancang menjangkau sekitar 3.500 warga di 12 komunitas di Makassar. Fokusnya mencakup perilaku penggunaan antimikroba, sanitasi, pengelolaan air limbah, kesehatan lingkungan, hingga surveilans resistensi antimikroba. Pelaksanaan program melibatkan peneliti dari ketiga institusi serta mahasiswa pascasarjana.

Sejumlah kegiatan dikembangkan dalam kerangka program ini, antara lain pelatihan sanitasi dan pengelolaan air limbah bagi masyarakat, penelitian perilaku penggunaan antimikroba, serta pemantauan penggunaannya di tingkat rumah tangga dan layanan kesehatan primer. Program juga mencakup pengambilan sampel lingkungan, analisis melalui teknologi Nanopore metagenomic sequencing, pemetaan pemangku kepentingan, dan pelibatan pemerintah dalam pengembangan kebijakan.

Selain kolaborasi berbasis kesehatan masyarakat, Unhas juga mengembangkan kemitraan akademik jangka panjang dengan Amsterdam University Medical Centers (Amsterdam UMC)/VU University Medical Center, Belanda, dalam bidang kedokteran dan kedokteran gigi. Kerja sama ini mencakup penelitian bersama, pengembangan pendidikan pascasarjana, serta pertukaran akademik.

Sejumlah bidang penelitian yang dikembangkan meliputi orofacial cleft, orthognathic surgery, penanganan ameloblastoma, dan biomaterial dalam kedokteran gigi. Kolaborasi tersebut turut memperkuat pengembangan penelitian dan bukti klinis yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Abdullah, kedua model kemitraan ini memperlihatkan internasionalisasi perguruan tinggi perlu diarahkan pada hasil kolaborasi yang terukur. Penguatan jejaring global harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas akademik, produksi pengetahuan, dan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

“Kemitraan internasional tidak seharusnya berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Kemitraan harus berkembang menjadi kolaborasi yang menghasilkan pengetahuan, membangun kapasitas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Abdullah.

Keterlibatan Unhas dalam kolaborasi lintas negara juga membuka peluang pertukaran pengetahuan yang lebih luas. Pengalaman penelitian dan kondisi sosial masyarakat Indonesia Timur dapat berperan sebagai pembelajaran bagi mitra internasional, sekaligus memperkaya pengembangan solusi atas berbagai persoalan kesehatan dan lingkungan.

Abdullah menambahkan, Unhas berupaya menghubungkan kekuatan akademik global dengan pengalaman dan kebutuhan lokal. Pendekatan tersebut menempatkan Unhas tidak hanya sebagai penerima manfaat kerja sama, tetapi juga sebagai mitra yang berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan di tingkat internasional.

“Melalui kolaborasi dengan mitra di Eropa dan kawasan, Unhas ingin membawa kekuatan akademik global untuk menjawab persoalan nyata di Indonesia. Pada saat yang sama, pengalaman dan konteks lokal yang kita miliki juga sebagai kontribusi penting bagi pengembangan pengetahuan dan solusi pada tingkat global,” tambahnya.

Keterlibatan Unhas dalam forum ini memperlihatkan pendekatan kemitraan internasional yang menghubungkan penelitian, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat. Melalui dua model kolaborasi tersebut, Unhas menempatkan riset sebagai landasan pengembangan solusi kesehatan sekaligus sarana memperkuat kapasitas akademik dan kontribusi keilmuan di tingkat global.

Dalam Sustainable Futures Showcase, Unhas bersama IPB University tercatat sebagai dua perguruan tinggi Indonesia yang menampilkan praktik kemitraan internasional. Keduanya bergabung dengan perguruan tinggi dan institusi dari berbagai negara ASEAN dan Eropa melalui pameran poster serta sesi _institutional partnership pitching_.

_Sustainable Futures Showcase: Talent and Collaboration in Action_ berlangsung pada 27–28 Oktober 2026 di Seda Vertis North, Metro Manila, Filipina. Kegiatan ini merupakan bagian dari _The 4th ASEAN–EU Policy Dialogue on Higher Education: Advancing Innovation and Skills for a Sustainable Blue Economy_, yang membahas penguatan riset dan inovasi, mobilitas akademik, pengembangan keterampilan masa depan, serta kontribusi pendidikan tinggi terhadap ekonomi biru berkelanjutan. (*/mir/kmtraan)

Advertisement