Kembali Warga Laporkan Akun Ibu Driver ke Polda Sulsel, Oknum Perwira Polisi di Bone Ikut Terseret

0
FOTO: Markas Polda Sulawesi Selatan Jalan Perintis Kemerdekaan KM.16, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. (Properti via Google)
FOTO: Markas Polda Sulawesi Selatan Jalan Perintis Kemerdekaan KM.16, Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. (Properti via Google)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Akun Ibu Driver kembali dilaporkan oleh warga ke Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelapornya, Yasinta Femy Dedenas. Akun tersebut masih aktif melakukan live di tiktok dengan mengumbar hal hal yang berbau konten pornografi.

Selain akun Akun Ibu Driver, Warga Sulsel juga melaporkan salah satu anggota Polri yang disebut berdinas di Mapolres Bone.

Dalam keterangan yang diterima awa media, Para saksi pelapor telah menjalani pemeriksaan pada Kamis (29/10/2206) sore di Mapolda Sulsel.

Advertisement

“Benar kami dan beberapa orang kembali membawa beberapa bukti vidio live pemilik akun ibu driver yang diduga kuat mengandung unsur asusila,” ungkap Yasinta. Jumat (30/10) dalam keterangannya kepada media.

“Jadi bukan cuma vidio yang ada dalam akun ibu driver tapi yang juga diduga kuat di sebarkan oleh akun akun lain..saat kami diperiksa, Kami juga menyerahkan sebuah live vidio yang di dalamya tampak seorang oknum aparat penegak hukum (polisi) ikut dalam live tiktok,” ucapnya.

Yasinta mengungkapkan, Oknum anggota Polri itu berpangkat IPDA inisial K berdinas di Polres Bone.

“Oknum ini memiliki nama akun Armando infonya berpangkat ipda dan bertugas di Polres Bone,” katanya.

“Jujur kami harus menyampaikan vidio ini ke penyidik untuk diketahui Kapolda Sulsel karna kami sangat kecewa,” ucap Yasinta dengan nada kecewa.

Menurutnya, Seorang perwira polisi dalam live itu harus berani mengatakan bahwa konten konten yang berbau mesum dengan menyebut nama jenis kelamin secara vulgar di ruang digital itu adalah hal yang buruk berdampak bagi anak-anak dan budaya di Sulsel.

“Ini bukannya malah melarang, Ia (Oknum Polisi) malah memberikan penjelasan yang justru menguatkan kebiasan buruk ibu driver ini..seorang aparat harusnya bisa memberi edukasi kepada masyarakat dengan benar sesuai undangan undang ITE, Bukan malah melarang ini malah seakan berusaha menerima edukasi buruk ibu driver kepada masyarakat,” pungkas Yasinta.

Dirinya pun merasa heran dengan oknum polisi tersebut yang seakan akan membenarkan apa yang disampaikan akun Ibu Driver di media sosial tiktok.

Bahkan katanya, Oknum polisi berpangkat perwira itu menjelaskan di akun tiktok Ibu Driver selama Tiktok tidak menegur serta memblokir tidak masalah.

“Bayangkan saja kalau dia menberikan penjelasan ke masyarakat seakan menyebut kelamin secara vulgar seperti yang dilakukan ibu driver itu tidak masalah,”

“Oknum perwira polisi seakan akan mengaminkan, membiarkan dan mematahkan perjuangan masyarakat untuk memberi edukasi kepada ibu driver agar berhenti dari kebiasaan buruknya,” kunci Yasinta. (LN)

Advertisement