Sah!!..Pemerintah Indonesia, Pangkas Pasokan Gas ke Singapura

0
FOTO: Ilustrasi bendera Singapore berlatar belakang hitam. (Dok Magnific)
FOTO: Ilustrasi bendera Singapore berlatar belakang hitam. (Dok Magnific)

LEGIONNEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bakal melakukan penghitungan ulang terhadap porsi ekspor gas guna mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.

Penataan ulang angka ekspor gas ini disiapkan pemerintah untuk mendukung pasokan bahan baku industri hilirisasi petrokimia nasional.

Ia memaparkan bahwa saat ini Indonesia masih mengekspor sebesar 30% dari total produksi gas nasional, sementara 70% sisanya dialokasikan untuk konsumsi domestik.

Advertisement

“Ekspor (gas) kita kalau migas kan total produksi kita 100%, itu masih ada kurang lebih sekitar 30% yang kita ekspor. 70%-nya itu untuk konsumsi domestik, termasuk di dalamnya adalah untuk produk bahan baku hilirisasi,” ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Pihaknya akan menyusun skema evaluasi alokasi pasokan gas agar porsi untuk industri dalam negeri dapat ditingkatkan. Langkah penyesuaian porsi ekspor gas tersebut difokuskan untuk menjamin ketersediaan bahan baku bagi pengembangan sektor hilirisasi.

“Nah ke depan, saya akan mencoba untuk melakukan exercise ulang agar mengoptimalkan untuk konsumsi dalam negeri, termasuk di dalamnya bahan baku. Karena ke depan kita mendorong kan industri hilirisasi di petrokimia. Bahan bakunya adalah gas,” tandasnya.

Seperti diketahui, wacana untuk menghentikan ekspor gas ini kali pertama diungkapkan Bahlil beberapa hari lalu, yakni pada 21 Oktober 2026 di Istana Negara.

Bahlil tiba-tiba menyebut Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor gas ke negara tetangga.

Bahlil mengatakan, wacana ini dengan mempertimbangkan isu ketahanan energi nasional, di tengah kondisi dinamika geopolitik dunia yang masih panas.

Ini pun sesuai dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto di mana Indonesia sekarang berada dalam kondisi harus bertahan (survival).

“Ya memang harus survival, kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden, pasti apa yang disampaikan Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks menuju survival,” ungkap Bahlil saat ditemui usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival kan, harus penuhi kebutuhan dalam negeri,” pungkasnya.

SKK Migas

SKK Migas resmi memangkas volume ekspor gas bumi Indonesia ke Singapura, per hari ini, Sabtu (24/10/2026).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto membeberkan bahwa pengurangan pasokan gas ke Singapura mencakup alokasi dari wilayah Natuna sebesar 15 BBTUD serta dari Sumatra sebesar 16 BBTUD.

Dengan keputusan itu, artinya ekspor gas ke Singapura akan dipangkas sebesar 31 BBTUD.

“Nggak ada (pemangkasan ke negara lain), pipanya kan ke Singapura saja,” jawab Djoko saat ditanya soal penyesuaian ekspor ke negara tetangga lainnya. (*)

Advertisement