LEGIONNEWS.COM|MOJOKERTO, – Suasana hangat menyelimuti Skywalk Mojopahit yang terletak di sisi selatan Alun-alun Kota Mojokerto, tepatnya di lantai dua bangunan ikonik ini. Lokasi itu kini kedatangan sosok yang pernah akrab mengisi hari-hari pengunjung tempat tersebut, Sri Rama Wijaya yang kembali menyambangi panggung lamanya.
Senyum ramah pengunjung serta pedagang UMKM binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) seakan tak berubah menyambut kedatangannya. Beliau pun membalas sapaan itu dengan senyum lebar yang sama persis seperti saat masih aktif berperan dulu.
Beliau bukan sekedar pengunjung biasa, melainkan mantan pembawa acara atau MC yang pernah mengisi tempat ini selama delapan bulan penuh. Kini langkah kakinya kembali menapaki jalur yang dulu sering dilalui sembari menikmati secangkir kopi.
Angin sepoi-sepoi dari ketinggian lantai dua, seolah menyambut kembali sosok yang dulu selalu menyapa para pengunjung dengan suara lantang dan ramah. Sri Rama tampak tenang, menatap setiap sudut yang masih terasa sangat familier di mata dan hatinya.
“Dulu saya selalu berdiri di titik ini, memastikan semuanya siap sebelum memulai acara,” ujarnya pelan sambil menunjuk area terbuka yang dulu menjadi tempatnya berdiri menyapa pengunjung.
Delapan bulan mungkin bukan waktu yang sangat lama, namun bagi Sri Rama, rentang waktu itu telah membekaskan kenangan yang tak ternilai harganya. Setiap momen di sana menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan seninya.
Jiwa seniman yang dimilikinya memang sangat menonjol, bahkan sejak pertama kali melangkah menjadi pembawa acara di Skywalk Mojopahit ini. Beliau tak sekedar membacakan susunan acara, melainkan menghidupkan suasana dengan sentuhan seni yang khas.
Pengunjung yang hadir, pada hari itu terlihat masih banyak yang mengenal gaya penyampaiannya yang luwes, berkarisma, dan selalu menyisipkan nilai budaya Majapahit di setiap sapaan. Itulah yang membuatnya selalu diingat dan dikenang hingga kini.
Di tengah suasana tenang itu, kenangan masa lalu seolah berpadu dengan irama yang muncul dari suara alami Sri Rama. Tanpa diduga, beliau mulai menyanyikan potongan lagu Kekasih Bayangan yang dipopulerkan oleh penyanyi Cakrakhan.
Lirik yang terucap dengan penuh penghayatan seolah mengantar hati pendengar kembali ke masa-masa indah yang pernah terlewati. Suaranya yang jernih membawa nuansa haru sekaligus kehangatan bagi siapa saja yang mendengarnya.
Saat bernostalgia, Sri Rama tak henti-hentinya mengapresiasi perkembangan Skywalk Mojopahit yang kini tampak semakin terawat dan menarik. Meski ada hal-hal yang sedikit berubah, semangat untuk melestarikan budaya tetap menjadi benang merahnya.
Beliau juga menyapa Bang Jay, pembawa acara yang kini mengisi posisi yang dulu pernah ia emban di sana. Pertemuan itu berlangsung akrab, penuh saling dukung dan berbagi tips menghidupkan suasana panggung.
Beliau teringat bagaimana dulu sering berinteraksi dengan pengunjung dari berbagai daerah. Kesempatan itu menjadi wadah baginya untuk memperkenalkan kekayaan sejarah tanah di Bumi Wilwatikta.
“Saya belajar banyak hal di sini, mulai dari cara menghadapi berbagai karakter orang hingga memperdalam wawasan tentang sejarah Majapahit,” ungkapnya dengan pandangan menerawang ke kejauhan.
Kemampuannya membangun kedekatan dengan penonton, menjadi salah satu keunggulan yang membuatnya dihormati rekan kerja dan disukai pengunjung. Jiwa seniman yang besar membuatnya mampu menempatkan diri dengan tepat di setiap situasi.
Tidak hanya itu, terkadang beliau juga turut berpartisipasi dalam pertunjukan seni lain yang digelar di lokasi tersebut. Kehadirannya selalu memberikan warna tersendiri bagi rangkaian kegiatan yang sedang berlangsung.
Sri Rama menyadari bahwa panggung di Skywalk Mojopahit adalah salah satu tempat yang mengasah bakatnya hingga tumbuh pesat. Tanpa pengalaman berharga itu, kemungkinan dirinya tak akan seberani melangkah di dunia broker tanah hingga ke Jawa Barat.
Beliau juga menyampaikan harapan agar tempat ini terus menjadi ruang bagi seniman muda untuk mengembangkan bakat mereka. Dukungan dan kesempatan adalah kunci agar jiwa seni tetap hidup di tengah masyarakat.
Kepiawaian Sri Rama Wijaya dalam memandu acara maupun bernyanyi memang lahir dari gabungan bakat alami dan ketekunan terlatih. Itulah bukti nyata betapa besar jiwa seniman yang melekat pada dirinya.
Meski kini tak lagi menjadi pembawa acara di lokasi tersebut, ikatan batinnya dengan Skywalk Mojopahit tak pernah terputus. Beliau berjanji akan kembali lagi suatu saat nanti untuk menyaksikan kebangkitan budaya yang lebih gemilang.
Kehadiran Sri Rama Wijaya mengingatkan kita bahwa tempat mungkin berubah, wajah panggung mungkin berganti, namun jejak seni dan kenangan yang tulus akan tetap abadi di hati setiap orang.
Pewarta: Agung Ch
























