Soal Obat Ivermectin, Natalius: ‘Jika Benar Mereka Menari diatas 77.583 Mayat Orang tidak Berdosa’

2723
Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai.
Advertisement

JAKARTA||Legion-news.com Nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan anggota PDIP Ribka Tjiptaning disebut-sebut ada keterkaitan antara pemegang saham dan pengurus PT Harsen Laboratories [produsen obat Ivermectin]

Peneliti ICW Egi Primayogha menyinggung beberapa tokoh nasional. Peneliti ICW Egi Primayogha menggambarkan hasil pemetaan yang telah disusunnya antara PT Harsen dan pihak-pihak lain, dilansir dari detik.com Kamis, (22/7).

“Kalau kita lihat, PT Harsen ada beberapa nama, paling tidak muncul, kalau kita menelusuri akta perusahaannya. Ada nama Herman Sunaryo, Haryoseno, Runi Adianti, yang juga pasangan suami-istri. Ada juga Iskandar Purnomohadi dan Sofia Koswara,” kata Egi Primayogha dalam diskusi publik secara virtual.

Egi mengatakan orang-orang ini terafiliasi dengan PT Harsen dan memiliki jejaring bisnis di perusahaan lain.

Peneliti ICW ini juga menyoroti nama Sofia Koswara. “Sofia punya keterkaitan dengan FLCCC (Front Line COVID-19 Critical Care).

Dia juga punya jabatan di situ dan salah satu anggota FLCCC, sedangkan Budhi Antariksa, dia tim uji klinis Ivermectin dan juga tim dokter kepresidenan,” ujar peneliti ICW ini.

Mantan Komisioner HAM, Natalius Pigai melalui akun media sosial twitter milik-Nya @NataliusPigai2 mengunggah tulisan. Jumat dini hari, ( 23/7)

“JK benar mk menari diatas mayat2 77.583 org tdk berdosa. ini soal hidup matinya Rakyat, Pemimpin yg Rasis hy hidup dgn merampok & singgasana kuasa hy utk Revolusi Nguntal. Sy py hak minta Jokowi mundur dari pd dikejar Pasca Berkuasa. Krn Sy Sayang @jokowi” tulis Natalius.

Pengiat Hak Asasi Manusi ini dalam unggahan-Nya mansion ke akun twitter milik Presiden @jokowi. (rdk)

Advertisement