
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Andi Raditiah Usman (17) warga Makassar mengalami kecelakaan di kawasan Trans Studio Mal (TSM).
Radit berkunjung ke TSM pada hari Kamis (25/6). Sekitar pukul 12:25 ia mengalami kecelakaan di kawasan tersebut.
Orang tua Radit, Andi Usman merasa keberatan atas peristiwa yang dialami putra tunggalnya itu.
Pasalnya pihak vendor parkir di kawasan TSM dianggap bersikap kurang bertanggungjawab atas kelalaian yang dilakukan oleh perusahaan pengelola parkir di kawasan perbelanjaan di barat kota Makassar itu.
Diungkapkan orang tua Radit, Bermula Radit datang ke kawasan TSM ia masuk melalui portal pintu masuk kendaraan roda dua di kawasan TSM, Saat masuk ia hendak mencari parkiran kosong. Naasnya leher pria berusia 17 tahun itu tersangkut tali nilon ukuran 10 milimeter.
“Putra saya itu saat pulang dari TSM mengeluh dengan kondisi lehernya yang mengalami bengkak luka dan memar. Yang jadi ketakutan saya terjadi cacat permanen pada anak saya itu,” ungkap Andi Usman. Jumat (26/6)
“Saya mendapatkan keluhan dari putra saya. Dia mengalami luka parah dibagian lehernya. Yang saya sesali pihak pengelola tidak membawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan,” ujar ayah dari Radit ini.
“Keberatan saya, Putra saya malah dibawa ke pos sekuriti. Disitu disuruh buat surat pernyataan tertulis penyebab kecelakaan karena akibat kesalahan sendiri,” kesal Andi Usman.
“Sepengetahuan saya saat terjadi kecelakaan disuatu tempat, pihak pengelola seharusnya mengambil langkah pertolongan pertama. Ini malah anak saya disuruh buat surat pernyataan tentu ini bentuk cara tidak yang tidak memiliki itikad baik terhadap putra saya, terlebih lebih untuk menolongnya akibat luka leher yang terbilang luka parah,” beber Ketua Garuda Guard Indonesia.
Andi Usman secara tegas meminta pertanggungjawaban pihak PT Securindo Packatama Indonesia (SPI) selaku pengelola parkir di TSM.
“Saya hari ini bertemu pihak SPI untuk minta pertanggungjawaban apa yang menimpa pada putra saya itu. Yang bisa saja luka di lehernya menyebabkan luka permanen,” tutur Usman. (LN)























