Menko AHY Hadiri Nusantara Economic Outlook 2026

0
FOTO: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Hadiri Kegiatan Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026. (Dok. AHY)
FOTO: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Hadiri Kegiatan Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026. (Dok. AHY)

LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan dunia tengah berada dalam fase ketidakpastian global yang kian kompleks dan saling bertumpuk, dengan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi, keamanan energi, pangan, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, Indonesia dituntut bersiap secara bersama-sama menghadapi berbagai potensi krisis, termasuk eskalasi konflik global yang berisiko berkembang menjadi perang berskala besar.

“Resiliensi bukan hanya soal bertahan dari krisis, melainkan kemampuan untuk pulih lebih cepat, beradaptasi lebih cerdas, dan bangkit lebih kuat setelah guncangan. Dunia bergerak dari sekadar mengejar efisiensi menuju ketahanan,” ujar Menko AHY.

Advertisement

Menko AHY menegaskan Indonesia tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun. Sebaliknya, Indonesia membangun kekuatan dari dalam negeri, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.

Dengan fondasi nasional yang kuat, Indonesia dapat menjadi mitra tepercaya bagi banyak pihak, tanpa mudah ditekan atau digoyahkan.

Sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menko AHY menegaskan infrastruktur berperan sentral dalam membangun ketahanan nasional.

Infrastruktur tidak diposisikan semata sebagai proyek fisik, tetapi enabler pemerataan pembangunan, konektivitas ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Infrastruktur yang kita bangun harus untuk semua, tanpa meninggalkan siapa pun dan wilayah mana pun. Muaranya jelas, memperkuat perekonomian bangsa, menurunkan biaya logistik, membuka akses, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih merata,” tegas Menko AHY.

Kegiatan Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026 ini turut dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan media. Pada kesempatan tersebut, Menko AHY didampingi Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra serta Tenaga Ahli Bidang Politik dan Tata Kelola Pembangunan Kewilayahan Ahmad Khoirul Umam. (*)

Advertisement