LEGIONNEWS.COM – JAKARTA, Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program kerakyatan yang memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, program yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut sangat strategis karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, agar memperoleh asupan gizi yang layak.
“MBG adalah program kerakyatan yang sangat mulia. Jika dikelola dengan baik, program ini bisa menjadi investasi besar bagi masa depan bangsa melalui peningkatan kualitas generasi muda,” ujar Anshar Ilo dalam keterangannya, Kamis (12/03).
Namun demikian, ia mengingatkan agar implementasi program tersebut harus dijalankan dengan tata kelola yang transparan, profesional, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Menurut Anshar, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk program MBG berpotensi menimbulkan berbagai persoalan apabila tidak disertai sistem pengawasan yang kuat.
“Kami mendukung penuh program ini, tetapi syaratnya yang utama tata kelolanya harus bersih. Jangan sampai program yang tujuannya mulia justru tercoreng oleh praktik KKN,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam pengawasan program MBG, mulai dari lembaga pengawas, pemerintah daerah, hingga partisipasi publik.
Selain itu, Anshar menilai pengawasan yang ketat akan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat yang menjadi sasaran utama.
“Program kerakyatan seperti MBG harus dipastikan tepat sasaran, tepat manfaat, dan tidak menjadi ruang permainan bagi oknum tertentu. Dengan pengelolaan yang bersih, program ini akan menjadi legacy penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo,” tutur pemuda asal Sulawesi Selatan ini. (*)

























