JAKARTA- Relawan Prabowo-Gibran LOGIS 08 menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk tindakan tegas terhadap aparatur yang dinilai tidak memenuhi standar kinerja maupun diduga melakukan penyimpangan.
Ketua Umum LOGIS 08, Anshar ILO, menegaskan bahwa kebijakan bersih-bersih di lingkungan BGN merupakan langkah yang tepat untuk menjaga integritas, akuntabilitas, dan kredibilitas Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, program yang menyangkut pemenuhan gizi jutaan anak Indonesia tidak boleh dikelola secara asal-asalan maupun dijadikan ruang bagi praktik penyimpangan yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara.
“Kami mendukung penuh langkah Kepala BGN, Bapak Sudaryono, dalam melakukan evaluasi dan penataan internal secara menyeluruh. Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi besar bagi masa depan bangsa. Karena itu, setiap bentuk kelalaian, penyimpangan, maupun rendahnya kinerja harus ditindak secara tegas tanpa pandang bulu,” ujar Anshar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI itu menilai, keberanian melakukan evaluasi terhadap jajaran internal menunjukkan komitmen kuat BGN dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa proses pembenahan tersebut tidak boleh berhenti pada pergantian personel semata, melainkan harus diikuti dengan penguatan sistem pengawasan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan mekanisme evaluasi yang berkelanjutan.
“Reformasi birokrasi tidak cukup hanya mengganti orang. Yang lebih penting adalah membangun sistem yang mampu mencegah penyimpangan sejak awal. Pengawasan harus diperkuat, standar pelayanan ditingkatkan, dan setiap pelaksana program wajib bekerja secara profesional serta bertanggung jawab kepada masyarakat,” katanya.
LOGIS 08 juga mengajak seluruh jajaran BGN, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, untuk menjadikan evaluasi tersebut sebagai momentum memperbaiki kualitas pelayanan, meningkatkan disiplin kerja, serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Anshar menambahkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga dari kualitas tata kelola, ketepatan sasaran, keamanan pangan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Jangan sampai program strategis Presiden yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia justru tercoreng oleh ulah segelintir oknum. Kepentingan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Siapa pun yang terbukti menghambat atau menyimpang dari tujuan program harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, LOGIS 08 menyatakan siap mengawal proses pembenahan di lingkungan BGN agar berjalan secara objektif, profesional, dan bebas dari intervensi kepentingan apa pun. Organisasi tersebut berharap langkah yang dilakukan Sudaryono menjadi fondasi penting dalam memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi generasi muda Indonesia.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, integritas penyelenggara harus menjadi prioritas utama. Kami percaya, dengan kepemimpinan yang tegas, profesional, dan berkomitmen pada kepentingan rakyat, BGN akan semakin kuat dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkas Anshar.






![Pilah Sampah: Makassar Bisa Ambil Contoh Kelurahan di DKI Bangun Biopori Jumbo Dilingkungan RW FOTO: Lurah Kayu Putih, Tuti Sugihastuti saat mengunjungi pembuatan biopori jumbo di RW 13, Rabu (29/7/2026). [WahanaNews/Ist]](https://legion-news.com/wp-content/uploads/2026/08/img-20260802-wa0093-218x150.jpg)











![Pilah Sampah: Makassar Bisa Ambil Contoh Kelurahan di DKI Bangun Biopori Jumbo Dilingkungan RW FOTO: Lurah Kayu Putih, Tuti Sugihastuti saat mengunjungi pembuatan biopori jumbo di RW 13, Rabu (29/7/2026). [WahanaNews/Ist]](https://legion-news.com/wp-content/uploads/2026/08/img-20260802-wa0093-100x70.jpg)





