Kutip Pepatah Bugis yang Menggugah, Mega Oktaviany: Kampus Adalah Rahim Intelektual Muslim

0
FOTO: Mega Oktaviany, Dosen Universitas Gunadarma.
FOTO: Mega Oktaviany, Dosen Universitas Gunadarma.

LEGIONNEWS.COM – ​MAKASSAR , Ruang pelantikan Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar mendadak hening dan penuh haru. Di atas mimbar, Mega Oktaviany dosen Universitas Gunadarma yang diakui sebagai alumni terbaik FEBI UIN Alauddin hingga saat ini menyampaikan pidato perdana yang sarat akan makna persaudaraan dan filosofi luhur tanah Bugis.

​Sebagai Ketua Umum IKA terpilih, Mega menolak untuk sekadar beretorika. Ia justru mengajak seluruh civitas akademika dan alumni untuk merenungkan kembali hakikat almamater.

“FEBI UIN Alauddin bukanlah sekadar gedung tempat kita dulu mengejar SKS atau sekadar nama di ijazah. Kampus ini adalah rahim yang melahirkan kita menjadi intelektual muslim,” tuturnya dengan nada bergetar.

Advertisement

​Meski kini sukses berkarier di Ibu Kota sebagai dosen di Universitas Gunadarma, Mega membuktikan dirinya tidak pernah lupa pada akar budaya dan asal-usulnya. Hal ini terlihat saat ia mengutip Pappaseng (pesan leluhur) Bugis yang menggemakan semangat persaudaraan tanpa batas.

​”Rebba sipatokkong, mali siparappe. Sirui menre’ tessirui no’, malilu sipakainge,” ucapnya di hadapan para Guru Besar. Kalimat yang berarti “ketika rebah saling menegakkan, ketika hanyut saling mendamparkan, saling menarik ke atas bukan ke bawah, dan saling mengingatkan saat khilaf” itu disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

​Langkah Mega Oktaviany memimpin IKA FEBI dipandang sebagai momen kebangkitan. Rekam jejaknya sebagai alumni berprestasi dan dedikasinya di dunia pendidikan nasional diharapkan mampu merajut ribuan alumni yang kini tersebar sebagai birokrat, pengusaha, hingga praktisi keuangan.

​Di akhir sambutannya, Mega menutup dengan sebuah pantun manis yang memukau hadirin, mengisyaratkan kapal besar IKA FEBI UIN Alauddin kini siap berlayar membelah tantangan ekonomi nasional dengan sinergi yang tak tertandingi. (*)

Advertisement