KOMNAS TPNPB Akui Aibon Kogoya Telah Merebut Senpi Milik TNI

0
FOTO: KOMNAS TPNPB merilis siaran pers terkait dengan penguasaan dua unit senjata api (senpi) jenis SS1, 4 magazin berisi 120 butir peluru, Dan satu unit pistol G2 Combat lengkap dengan amunisi. (Sumber KOMNAS TPNPB)
FOTO: KOMNAS TPNPB merilis siaran pers terkait dengan penguasaan dua unit senjata api (senpi) jenis SS1, 4 magazin berisi 120 butir peluru, Dan satu unit pistol G2 Combat lengkap dengan amunisi. (Sumber KOMNAS TPNPB)

LEGIONNEWS.COM – PAPUA, KOMNAS TPNPB merilis siaran pers terkait dengan penguasaan dua unit senjata api (senpi) jenis SS1, 4 magazin berisi 120 butir peluru, Dan satu unit pistol G2 Combat lengkap dengan amunisi.

Dalam siaran persnya dikeluarkan Minggu (22/2/2026) KOMNAS TPNPB menyebutkan persenjataan yang diduga milik anggota TNI itu tengah dalam penguasaan Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya.

Pihak KOMNAS TPNPB mengakui bahwa pihaknya yang melakukan penyerangan di pos militer yang berada di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi pada Sabtu, 21 Februari 2026 sekitar jam 14.30.

Advertisement

Dijelaskan, Dalam penyerangan tersebut mengakibatkan 2 aparat TNI tewas tertembak oleh kelompok separatis itu.

Masih dalam keterangan pers nya itu bahwa Aibon Kogoya dan pasukannya juga menembak satu unit mobil hilux milik PT. Kristalin Eka Lestari yang disebutkan oleh pihak KOMNAS TPNPB sedang melakukan pertambangan ilegal di Kabupaten Nabire.

“Kami juga mengimbau agar warga imigran Indonesia yang berada di seluruh wilayah pertambangan emas ilegal di seluruh wilayah Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Baiya Biru, Intan Jaya hingga Manokwari segera di kosongkan sebelum jatuhnya korban jiwa yang berlebihan.” tulis keterangan pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nabire, AKBP Samuel Tatiratu yang dihubungi Antara dari Jayapura, Sabtu, membenarkan peristiwa itu.

“Memang benar KKB telah melakukan penyerangan ke pos milik PT Kristalin yang bergerak di penambangan emas hingga menyebabkan dua orang meninggal dengan cara dibakar,” kata dia.

Meski demikian, Kapolres belum dapat memastikan apakah kedua korban merupakan warga sipil atau aparat keamanan, sebab kondisi jenazah sudah tidak utuh.

Penyerangan itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIT. Tim dari Nabire langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dengan waktu tempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda empat.

Samuel menuturkan, setibanya personel kepolisian di lokasi, mereka langsung mengamankan warga dan mengevakuasi kedua jenazah ke Nabire untuk dilakukan otopsi guna memastikan identitas korban.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya senjata api yang hilang, Kapolres mengaku belum bisa memastikan karena masih diselidiki.

“Yang pasti sekitar 100 orang pendulang emas di kawasan Legari, Nabire telah dievakuasi ke Legari untuk mengamankan diri,” kata Samuel Tatiratu. (LN)

Advertisement