John Tobing Berpulang, Kenang ABP Soal Pencipta Lagu Darah Juang Ini

0
John Tobing Pencinta lagu Darah Juang
John Tobing Pencinta lagu Darah Juang

LEGION NEWS || MAKASSAR – Kabar duka datang dari dunia aktifis. Johnsony Maharsak Lumbang Tobing atau yang lebih akrab di sapa John Tobing, berpulang pada Rabu, 25 Februari 2025. Selama hidupnya, John adalah Aktifis Pro Demokrasi yang banyak terlibat dalam pengorganisasian massa menentang kediktatoran Orde Baru Soeharto yang melahirkan Reformasi.

Para kolega, sahabat dan rekan seperjuangan Almarhum mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian aktifis senior ini.

Abduh Bakry Pabe, salah satu eksponen aktifis 90-an mengungkapkan kesedihan yang mendalam. atas berpulangnya John.

Advertisement

“Kita kehilangan sosok panutan, khususnya dalam dunia pergerakan”, kata Abduh

Abduh menuturkan, meskipun secara personal ia tidak pernah berinteraksi langsung dengan Almarhum namun merasakan kedekatan yang dalam melalui lagu-lagu yang diciptakan Almarhum.

“Sejujurnya John Tobing bagi saya tidak pernah mati. Dia akan selamanya hidup dalam jiwa para aktifis melalui lagu-lagunya yang bernafaskan perlawanan atas penindasan,” ungkapnya.

Bagi para Aktifis era 90-an, Abduh menambahkan, lagu-lagu ciptaan Almarhum menjadi penambah semangat bagi aktifis dalam melakukan pengorganisasian dan aksi-aksi di lapangan.

“Seingat saya, hampir tidak ada aksi yang tidak menyanyikan lagu Almarhum, terutama lagu “Darah Juang” yang sangat populer itu,” kata Abduh.

Dihubungi terpisah, Alim Israk, eksponen aktifis 90-an juga menuturkan hal senada.

Menurutnya, John Tobing tidak saja meninggalkan jejak warisan dalam bentuk karya musik, namun lebih dari itu, lagu “darah juang” akan selalu menjadi pembakar semangat perlawanan bagi siapa pun yang berdiri melawan ketidakadilan.

Lagu “darah juang” itu adalah pendobrak. Ia seperti anak panah yang menusuk langsung ke jantung penguasa.

Ia menambahkan, lewat karya-karyanya yang kritis John Tobing telah membuktikan bahwa musik bisa menjadi “senjata hidup” yang ampuh untuk menjaga nyala api demokrasi tetap membara.

“Selamat jalan kawan. Engkaulah monumen jiwa perlawanan reformasi yang akan selalu abadi,” ujarnya

John Tobing meninggal dalam usia 60 tahun, pria kelahiran 1 Desember 1965 ini telah menjadi aktifis mahasiswa dan mengadvokasi banyak kasus-kasus di era rezim Orde Baru. Salah satu yang paling monumental adalah kasus Kedung Ombo di pertengahan era 80-an.

Selain mengadvokasi, John di kenal memiliki talenta bermusik yang di buktikannya dengan menulis banyak lagu bertema perjuangan. Lagu “Darah Juang” merupakan salah satu karya paling Monumental John Tobing yang dinyanyikan di hampir setiap aksi-aksi demonstrasi terutama di masa-masa menjelang tumbangnya rezim otoriter Soeharto.(*)

Advertisement