JAKARTA – PT Bumi Brawa Berdikari mendapatkan angin segar dalam pengembangan bisnis pariwisata dan pertambangan setelah perusahaan asal China, Guangxi Senhe High Technology Co., Ltd., menyatakan persetujuan terhadap proposal investasi tahap awal senilai US$50 juta.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Jalan Dwi Sri dan melibatkan jajaran manajemen kedua perusahaan. Dalam pertemuan tersebut, Chairman Guangxi Senhe High Technology Co., Ltd yang dihadiri oleh Zhao Wanran, menyampaikan dukungan terhadap rencana investasi PT Bumi Brawa Berdikari yang berfokus pada pembangunan hotel ramah lingkungan di Bali dan Labuan Bajo.
Direktur Utama PT Bumi Brawa Berdikari, Abdul Rizki Legoh, menjelaskan bahwa investasi tahap awal tersebut akan diarahkan untuk pengembangan proyek perhotelan berkonsep eco green yang digadang-gadang menjadi salah satu pionir hotel berkelanjutan di Indonesia.
“Konsep yang kami bangun tidak hanya berorientasi pada bisnis pariwisata, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan teknologi dan peralatan hemat energi yang ramah lingkungan,” ujar Abdul Rizki Legoh.
Selain sektor perhotelan, Guangxi Senhe High Technology Co., Ltd. juga menunjukkan ketertarikan terhadap potensi pertambangan yang dimiliki PT Bumi Brawa Berdikari di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kolaborasi ini dinilai sebagai terobosan baru dalam industri perhotelan nasional karena menggabungkan investasi asing, teknologi hijau, serta konsep efisiensi energi dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi.
Guangxi Senhe High Technology Co., Ltd. sendiri merupakan perusahaan teknologi asal Nanning, Guangxi, China, yang dikenal mengembangkan berbagai teknologi dan produk berbasis konsep ramah lingkungan. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi industri berorientasi efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan nilai investasi awal mencapai US$50 juta, kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan destinasi wisata berkelas internasional di Bali dan Labuan Bajo sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pertambangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Pihak PT Bumi Brawa Berdikari optimistis kolaborasi dengan investor asal China tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan investasi hijau di sektor pariwisata dan sumber daya alam. (**)























