Gunakan ISBN Milik Orang Lain, Rismon Penulis Buku Gibran end Game Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

0
FOTO: Buku karya Pakar Digital Forensik Rismon Sianipar berjudul 'Gibran End Game, Wapres Tak Lulus SMA'. (Foto: Istimewa)
FOTO: Buku karya Pakar Digital Forensik Rismon Sianipar berjudul 'Gibran End Game, Wapres Tak Lulus SMA'. (Foto: Istimewa)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Salah akun media sosial tiktok mengunggah sebuah video antara praktisi hukum Abdul Gafur Sangadji dan seorang pria yang melaporkan Rismon Sianipar dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen.

Gafur Sangadji di dalam vidoe itu bercakap bersama Subhan Palal yang melaporkan Rismon Sianipar penulis buku “Gibran end Game”.

Subhan secara resmi telah melaporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya pada Rabu (20/5/2026).

Advertisement

Di dalam percakapan video itu disebutkan Rismon diduga menggunakan International Standard Book Number (ISBN) milik orang lain.

Untuk diketahui ISBN berfungsi sebagai identitas unik atau “KTP” bagi sebuah buku.

Subhan menyebutkan ISBN milik orang lain itu ia temukan di buku “Gibran end Game”.

“Saya membeli buku cetakan pertama dan cetakan kedua, Ternyata ISBN salah, diduga palsu, punya orang lain dipasang di ISBN nya,” ujar Subhan.

“Saya sudah laporkan [Rismon], tunggu hasil perkembangannya. Tadi penyidik bilang jangan hanya Rismon tetapi dengan kawan kawana, Takutnya nanti penerbitnya dan editor nya,” tuturnya.

“Kenapa saya laporkan ini, karena buku yang beli ini, bukan untuk saya. Untuk Ketua DPR, Untuk Pengadilan TUN.” ucap Subhan.

“Eh tiba-tiba ISBN nya punya orang lain. Kalau kerugian material ngak banyak karena saya hanya beli 10 buku. Ini untuk kepentingan Ketua DPR dan Ketua Pengadilan untuk pemberitahuan, eh ternyata itu tadi ISBN punya orang lain.” katanya mengisahkan

“Jadi yang dilaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen berdasarkan undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUHAP yang dimaksud dalam pasal 39 UU No 1 tahun 2023, Yaitu yang dilaporkan adalah semua yang ada di dalam buku Gibran end Game,” sambung Subhan.

“Yang dilaporkan itu bukan bukunya. Yang dilaporkan itu Rismon Sianipar sebagai penulis, Kemudian juga ada editor Vivian Siahaan sedangkan perancang sampul Rismon Sianipar,” katanya menambahkan.

Gafur lalu melihat buku Gibran end Game karya tulis Rismon Sianipar. Ia menyebutkan editor Vivian Siahaan adalah istri dari Rismon.

“Kalau saya tidak salah, Mohon maaf. Vivian Siahaan ini istrinya Rismon Sianipar,” ucap Gafur

“Saya ngak tahu, Siapa itu.” ujar Subhan.

“Berarti suami istri yang diperiksa di dalam buku ini,” timpal Gafur.

“Tadi penyidik bilang bisa jadi salaha satu, bisa jadi juga secara bersama sama. Bisa jadi penerbitnya juga.” ucap Subhan

“Jadi cakupannya orang orang yang terlibat di dalam buku Gibran end game ini,” kata dia.

“Jadi bukan soal isinya (buku).” beber Subhan.

“ISBN nya adalah International Standard Book Number,” kata Gafur.

“Yang punya ISBN itu Prof DR Derajat itu,” tanya Gafur.

“Yang benar ini. Itu ada dalam cetakan versi kedua,” sambung Gafur

“Berarti versi cetakan pertama diduga palsu,” tanya Gafur bersemangat.

“Jadi saya beli versi cetakan pertama dan kedua. Saya beli kedua duanya,” jelas Subhan.

Lantas Subhan memberikan penjelasan alasan dirinya membeli dua edisi buku Gibran end Game.

“Perlu diingat sahabat semuanya, Kenapa saya beli buku ini. Karena ini (Buku) dasar pijakan saya untuk menggugat Wapres. Baik perbuatan melawan hukumnya atau suketnya saya gunakan ini (buku). Tapi ternyata ISBN nya bukan punya dia (Rismon) begitu,” tutur Subhan.

“Berarti tadi pak Subhan melaporkan ISBN yang palsu itu, Diduga palsu ISBN itu dengan nomor yang ada di luar cover sampul buku dan di dalam buku,” tanya Gafur.

“Penyidik tadi bilang, ISBN itu sama dengan KTP, Itu indentitas buku,” jawab Subhan.

“Berarti ISBN yang palsu dilaporkan pak Subhan laporkan itu dengan nomor 9786370833 yang judul bukunya konten kreatif versi jurnalis penulis atas nama Prof Drajat Wibawa judul bukunya konten kreatif versi jurnalis,” tutur Gafur.

“Tadi penyidik bilang nomor ISBN itu nomor indentitas penulis buku,” jawab Subhan

“Buku ini saya beli dari pak Maikel Sinaga kemungkinan dia akan diperiksa karena saya membeli di dia.” kata Subhan mengisahkan.

Subhan adalah penggugat surat keterangan (Suket) Gibran Tak Punya Ijazah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Dan sekarang dirinya sedang berupaya membatalkan Suket ijazah Gibran di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). (LN)

Advertisement