BM PAN Luwu Buka Suara, Desak Kongres VII Banten Diselesaikan Secara Terbuka dan Demokratis

0
Ket Foto: Ketua DPD BM PAN Luwu, Adri Irawan Mus di lokasi Kongres VII BM PAN (Ist)*
Ket Foto: Ketua DPD BM PAN Luwu, Adri Irawan Mus di lokasi Kongres VII BM PAN (Ist)*

BANTEN – Pelaksanaan Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang digelar di Banten hingga Minggu (12/7/2026) masih belum menghasilkan keputusan final. Proses persidangan yang telah memasuki sidang pleno III belum mencapai kata mufakat melalui mekanisme musyawarah, sehingga jalannya kongres harus ditunda sambil menunggu kelanjutan agenda persidangan.

Dalam dinamika sidang, sejumlah peserta mengusulkan agar pengambilan keputusan dilanjutkan melalui mekanisme voting sesuai tata tertib kongres. Namun, usulan tersebut belum ditindaklanjuti oleh Steering Committee (SC), sehingga sidang ditunda hingga pukul 10.00 WIB. Hingga berita ini diterbitkan, sidang belum kembali dibuka dan peserta masih menunggu kepastian mengenai kelanjutan proses kongres.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPD BM PAN Kabupaten Luwu, Adri Irawan Mus, berharap seluruh tahapan Kongres VII BM PAN tetap diselesaikan secara demokratis dengan mengedepankan semangat musyawarah, persatuan, serta kepentingan organisasi di atas kepentingan kelompok maupun individu.

Advertisement

Menurut Adri, pimpinan sidang bersama Steering Committee memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), tata tertib kongres, serta prinsip-prinsip organisasi yang berlaku.

“Kami berharap pimpinan sidang dan Steering Committee dapat mengambil langkah yang bijaksana dengan tetap berpedoman pada aturan organisasi. Apabila musyawarah telah dilakukan secara maksimal namun belum menghasilkan kesepakatan, maka mekanisme yang telah diatur dalam tata tertib kongres hendaknya dijalankan secara terbuka, adil, dan demokratis,” ujar Adri dalam keterangannya ke wartawan, Minggu (12/07).

Ia menegaskan bahwa Kongres VII BM PAN merupakan momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan organisasi. Karena itu, setiap keputusan yang dihasilkan harus memiliki legitimasi yang kuat, diterima oleh seluruh peserta, serta mencerminkan aspirasi kader dari berbagai daerah.

Adri juga mengajak seluruh peserta kongres untuk tetap menjaga kondusivitas forum, menghormati setiap perbedaan pandangan, dan mengedepankan semangat persaudaraan agar dinamika yang terjadi tidak mengganggu soliditas organisasi.

“Kami percaya seluruh kader BM PAN memiliki komitmen yang sama untuk menjaga marwah organisasi. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam proses demokrasi, namun yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak tetap menghormati mekanisme organisasi dan menjaga persatuan setelah kongres berakhir,” katanya.

DPD BM PAN Luwu berharap Kongres VII BM PAN dapat segera menemukan jalan keluar yang terbaik melalui mekanisme yang sah dan demokratis, sehingga menghasilkan keputusan yang berkekuatan organisasi serta semakin memperkuat konsolidasi BM PAN sebagai organisasi sayap Partai Amanat Nasional di seluruh Indonesia. (**)

Advertisement