BARAK 145 Bersama Relawan Jakarta Gagas Yellow Makassar Command, Gerakan Akar Rumput Berbasis Lorong

0
FOTO: Illank Radjab bersama Nasrun Mantja, yang akrab disapa Daeng Accung.
FOTO: Illank Radjab bersama Nasrun Mantja, yang akrab disapa Daeng Accung.

.LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Gagasan membangun Yellow Makassar Command mulai dirumuskan sebagai sebuah desain gerakan sosial berbasis akar rumput dengan menjadikan lorong sebagai ruang tumbuhnya gagasan, kerja sosial dan pengorganisasian masyarakat.

Gagasan tersebut dibicarakan Illank Radjab bersama Nasrun Mantja, yang akrab disapa Daeng Accung, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum BARAK 145 (Barisan Anak Rakyat Ilham Arif Sirajudi ) bersama Panglima Tinggi Relawan Jakarta.

Keduanya melihat perlunya sebuah model gerakan yang tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menghasilkan gagasan yang berangkat dari persoalan nyata di lapangan.

Advertisement

Yellow Makassar Command diproyeksikan sebagai laboratorium gerakan akar rumput, dengan Makassar ditempatkan sebagai project ide. Lorong menjadi titik awal gerakan untuk mendengar persoalan warga, memetakan kebutuhan, menjalankan aksi sosial, menghimpun aspirasi dan kemudian mengolahnya menjadi gagasan yang dapat dikembangkan serta direplikasi ke daerah lain.

Nasrun Mantja atau Daeng Accung menyampaikan optimismenya terhadap gagasan tersebut. Ia bahkan berharap konsep itu dapat segera diperkenalkan secara lebih luas dalam waktu dekat.

“Semoga dalam waktu dekat kita bisa launching ini di Limboto, doakan saja. Saya percaya kalau anu baik, itu pasti dimudahkan jalannya,” ujar Nasrun.

Menurutnya, sebuah gerakan besar tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Yang lebih penting adalah memastikan gagasan tersebut memiliki manfaat dan mampu dijalankan secara konsisten bersama masyarakat.

Sementara itu, Illank Radjab mengatakan bahwa Yellow Makassar Command lahir dari gagasan sederhana untuk membangun gerakan yang benar-benar berangkat dari masyarakat.

“Jangan kita mulai dari apa yang ingin kita katakan kepada rakyat, tetapi mulai dari apa yang ingin kita dengarkan dari rakyat,” kata Illank.

Ia menilai lorong memiliki posisi strategis karena menjadi ruang kehidupan masyarakat yang di dalamnya terdapat keluarga, pemuda, perempuan, pelaku usaha kecil dan berbagai komunitas.

“Lorong bukan sekadar ruang geografis. Di sana ada kehidupan, persoalan, potensi dan harapan. Kalau kita ingin membangun gerakan akar rumput, maka kita harus masuk ke ruang kehidupan itu,” ujarnya.

Dalam konsep tersebut, setiap lorong nantinya dapat diposisikan sebagai unit gerakan. Persoalan yang ditemukan tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dipetakan untuk kemudian dicari bentuk intervensi dan solusi yang tepat.

Skema gerakannya dirancang melalui tahapan mendengar, memetakan, bergerak, mengevaluasi, merumuskan gagasan dan mereplikasi.

Dengan pendekatan itu, kerja sosial tidak semata-mata dipahami sebagai kegiatan bantuan, tetapi sebagai proses membangun keberdayaan masyarakat dan melahirkan gagasan dari bawah.

“Kita ingin membangun sebuah laboratorium gerakan. Setiap lorong menjadi ruang untuk mendengar, memahami, bekerja dan menguji gagasan. Kalau satu model berhasil, kita dokumentasikan, kita evaluasi, kemudian kita replikasi ke tempat lain,” jelas Illank.

Yellow Makassar Command nantinya diarahkan untuk menyentuh sejumlah sektor, seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, UMKM, kepemudaan, perempuan, kegiatan sosial, komunitas serta forum aspirasi warga.

Setiap kegiatan juga diharapkan menghasilkan pemetaan persoalan dan aspirasi yang dapat dihimpun menjadi bank gagasan masyarakat. Dengan demikian, gerakan tidak hanya menghasilkan kegiatan, tetapi juga pengetahuan, model pemberdayaan dan gagasan yang dapat dikembangkan.

Bagi para penggagasnya, Makassar bukan sekadar lokasi kegiatan, melainkan project ide untuk menguji sebuah model gerakan akar rumput yang nantinya dapat direplikasi ke kabupaten/kota lainnya.

“Kita tidak ingin hanya membuat kegiatan. Kita ingin membangun cara kerja. Karena gerakan yang kuat bukan hanya tentang bagaimana berbicara kepada rakyat, tetapi bagaimana mendengar, bekerja dan tumbuh bersama rakyat,” tutup Illank.

Gagasan tersebut kini tengah dimatangkan oleh Relawan Jakarta dan BARAK 145 untuk menjadi sebuah platform gerakan yang memiliki basis sosial kuat, dengan lorong sebagai titik awal dan masyarakat sebagai subjek utama gerakan. (*)

Advertisement