Karang Taruna Kota Makassar dan SKB Ujung Pandang Kerjasama Program Pendidikan Nonformal

0
FOTO: Karang Taruna Kota Makassar dan SKB Ujung Pandang Kerjasama Program Pendidikan Nonformal
FOTO: Karang Taruna Kota Makassar dan SKB Ujung Pandang Kerjasama Program Pendidikan Nonformal

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Guna mengentaskan pendidikan dasar bagi warga yang ingin menyelesaikan bangku sekolah, Karang Taruna Kota Makassar bekerjasama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ujung Pandang.

SKB Ujung Pandang merupakan satuan pendidikan nonformal SPNF) yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar.

FOTO: Karang Taruna Kota Makassar dan SKB Ujung Pandang Kerjasama Program Pendidikan Nonformal
FOTO: Karang Taruna Kota Makassar dan SKB Ujung Pandang Kerjasama Program Pendidikan Nonformal

Sekertaris Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Wirabuan, SH mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi organisasi dalam mendukung pemerintah kota Makassar dalam pengentasan pendidikan bagi mereka warga yang sempat putus sekolah.

Advertisement

Karang Taruna Kota Makassar setidaknya ikut mensosialisasikan serta mengumpulkan bagi siapa saja warga yang ingin menyelesaikan pendidikannya satuan pendidikan nonformal.

“Sesuai arahan pak ketua, Muhammad Zulkifli, Karang Taruna Kota Makassar, Harus ikut berperan membantu pemerintah kota dalam pengentasan pendidikan melalui jalur pendidikan nonformal,” ujar Wirabuan.

“Di karang taruna kami mencari warga yang sempat tidak menyelesaikan pendidikannya, Mereka itu kami ikutkan untuk mengikuti pendidikan nonformal, Ada program paket A, B dan C di SKB ujung pandang,” katanya.

Terpisah, Koordinator pamong belajar SPNF SKB Ujung pandang yang juga Ketua Pokja Kesetaraan, Hariyadi Gunawan S.Pd. Menyampaikan pihaknya saat ini telah menerima peserta didik jalur pendidikan nonformal sebanyak 420 orang.

“Saat ini kami menerima kurang lebih 420 orang peserta didik, Dari berbagai program yang ada, Seperti paket A, B dan C,” ujar Hariyadi Gunawan.

Pria yang biasa disapa Argun ini menjelaskan, Untuk Program Paket A bagi mereka yang tidak menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD), Sedangkan paket B bagi mereka yang belum menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), Lalu bagi yang belum menyelesaikan pendidikan menegah atas (SMA).

“Pembelajaran dengan sistem tatap muka, untuk paket pembelajaran di hari senin dan selasa, Sedangkan B dan C di hari rabu dan kamis,” tutur Argu, Rabu (6/10/2026).

Lalu dijelaskannya, Bagi yang mengikuti paket B dan C, menyesuaikan pendidikan terakhir (semester) saat terakhir di bangku SMP dan SMA.

“Bagi peserta didik di paket B dan C kami meminta rapor akhir semester saat dibangku SMP dan SMA, Nantinya disesuaikan berapa lama menempuh pendidikannya nanti,” katanya.

Ia lalu menjelaskan, Bagi paket A yang rata rata telah berusia dewasa dan tidak pernah menempuh pendidikan sekolah dasar (SD). Nantinya mereka akan disesuaikan dan berkoordinasi dengan pihak kementerian pendidikan dasar dan menengah.

“Untuk paket A, Nanti kami lakukan penyesuaian, Mereka ini kan rata rata telah berusia dewasa, Tidak mungkin harus menempuh pendidikan selama 6 tahun, Kalau ini nantinya mereka akan disesuaikan. Nanti pihak SKB yang akan berkoordinasi dengan pihak kementerian,” katanya menjelaskan.

Argu yang juga Ketua Pokja Kesetaraan, SKB Ujung Pandang mengatakan pembelajaran dimulai pada bulan Oktober 2206, Setelah disusun jadwal belajar serta sudah ditandatanganinya Surat Keputusan (SK) mengajar oleh kepala SKB Ujung Pandang bagi para tenaga pendidik.

“InsyaAllah Oktober, biasanya di akhir, setelah disusun jadwal belajar serta SK mengajar bagi para pendidik sudah ditandatangani oleh kepala SKB proses belajarnya dapat dimulai,” ucap Argu. (LN)

Advertisement