Ketua PWNU Sulsel Dorong LKKNU Hadir Atasi Persoalan Keluarga, dari Pinjol hingga KDRT

0
FOTO: Ketua LKKNU Sulsel, Kamaruddin Mustamin, dalam kunjungan silaturahmi bersama jajaran pengurus LKKNU Sulsel kepada Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan, AGH. Prof. Hamzah Harun Al-Rasyid, Senin (2/11/2026).
FOTO: Ketua LKKNU Sulsel, Kamaruddin Mustamin, dalam kunjungan silaturahmi bersama jajaran pengurus LKKNU Sulsel kepada Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan, AGH. Prof. Hamzah Harun Al-Rasyid, Senin (2/11/2026).

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Sulawesi Selatan menyiapkan Gerakan Pesantren untuk Keluarga Maslahah sebagai upaya memperkuat ketahanan dan pemberdayaan keluarga berbasis pesantren. Kegiatan yang dilaksanakan melalui kemitraan dengan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI ini dijadwalkan berlangsung Kamis, 12 November 2026, di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar.

Persiapan kegiatan tersebut disampaikan Ketua LKKNU Sulsel, Kamaruddin Mustamin, dalam kunjungan silaturahmi bersama jajaran pengurus LKKNU Sulsel kepada Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan, AGH. Prof. Hamzah Harun Al-Rasyid, Senin (2/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kamaruddin Mustamin didampingi Syaharuddin Abu dan Mallingkai Ilyas selaku anggota LKKNU Sulsel, serta Ahmad Dahlan selaku Pembina Hadrah.

Advertisement

Kamaruddin menjelaskan, Gerakan Pesantren untuk Keluarga Maslahah merupakan bagian dari program penguatan peran pesantren dalam membangun keluarga yang harmonis, berdaya, dan memiliki ketahanan menghadapi berbagai tantangan sosial. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi LKKNU dalam memperluas kemitraan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI. LKKNU Sulsel juga berharap Ketua PWNU Sulsel berkenan hadir untuk memberikan arahan sekaligus dukungan terhadap gerakan pemberdayaan keluarga tersebut.

“Kami menyampaikan perkembangan kelembagaan sekaligus program dan rencana kegiatan LKKNU Sulsel. Kami berharap Gurutta Ketua PWNU Sulsel berkenan hadir pada kegiatan Gerakan Pesantren untuk Keluarga Maslahah, sekaligus memberikan penguatan bagi gerakan ini,” ungkap Kamaruddin.

Menurutnya, pesantren memiliki potensi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keluarga yang berkualitas dan berkemaslahatan. Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan penguatan nilai-nilai keluarga.

Menanggapi penyampaian tersebut, Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel, AGH. Prof. Hamzah Harun Al-Rasyid, menyambut baik rencana kegiatan LKKNU Sulsel. Ia menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

Gurutta Hamzah juga berharap LKKNU mampu menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, persoalan keluarga saat ini semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan.

Sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian LKKNU antara lain jeratan pinjaman online (pinjol), stunting, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), edukasi sejak usia dini, pendidikan keluarga, keluarga berencana, hingga kesehatan keluarga.

“LKKNU perlu hadir di tengah persoalan tersebut. Bagaimana lembaga ini dapat memberikan kontribusi nyata, menghadirkan edukasi, pendampingan, dan program yang memberikan maslahat serta manfaat bagi umat, khususnya dalam bidang keluarga,” harapnya.

Ia juga mendorong LKKNU membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar program pemberdayaan keluarga tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.

Silaturahmi tersebut menjadi momentum konsolidasi antara LKKNU dan PWNU Sulsel dalam memperkuat khidmat Nahdlatul Ulama. Melalui penguatan peran keluarga, LKKNU diharapkan mampu mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus membangun masyarakat yang lebih sehat, harmonis, dan sejahtera. (*)

Advertisement