DPP KEPMI Apresiasi Polsek Panakkukang Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Asal Bone

0
FOTO: Ilustrasi korban salah tangkap. [Foto: Keith Allison/Pixabay]
FOTO: Ilustrasi korban salah tangkap. [Foto: Keith Allison/Pixabay]

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Dewan Pengurus Pusat Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (DPP KEPMI Bone) menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Panakkukang atas langkah penanganan dan pengungkapan kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya S., mahasiswa asal Kabupaten Bone di Kota Makassar.

DPP KEPMI Bone mengapresiasi keseriusan jajaran Polsek Panakkukang dalam melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan unsur kepolisian lainnya hingga pihak-pihak yang diduga terlibat berhasil diamankan.

Langkah ini merupakan perkembangan penting dalam proses penegakan hukum sekaligus memberikan harapan bagi keluarga korban untuk memperoleh keadilan.

Advertisement

“Kami memandang bahwa upaya tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab aparat dalam merespons tindak kekerasan yang merenggut nyawa. Kami berharap kerja keras jajaran Polsek Panakkukang dapat terus dilanjutkan hingga seluruh rangkaian peristiwa terungkap secara menyeluruh.” ujar Khaidir Mu’tashim dalam keterangannya kepada media, Jumat (30/10/2026).

Namun kata Formatur Ketua Umum DPP KEPMI Bone itu, Apresiasi ini tidak berarti bahwa pengawalan terhadap perkara harus berhenti.

DPP KEPMI Bone menegaskan bahwa pengamanan terduga pelaku merupakan bagian dari proses hukum, bukan akhir dari perjuangan untuk mendapatkan keadilan.

Dikatakannya, Penyidik harus terus mendalami perkara, mengumpulkan dan menguji alat bukti, serta memastikan peran setiap pihak yang diduga terlibat terungkap secara objektif.

DPP KEPMI Bone secara khusus mendesak Polsek Panakkukang untuk memberikan kejelasan mengenai perkembangan status hukum pihak-pihak yang telah diamankan.

“Kepolisian perlu menjelaskan apakah mereka masih menjalani pemeriksaan, telah ditetapkan sebagai tersangka, atau telah dilakukan penahanan, sesuai dengan perkembangan penyidikan dan ketentuan hukum yang berlaku.” ujar Khaidir.

Khaidir menjelaskan, Kejelasan tersebut penting agar masyarakat tidak menerima informasi yang simpang siur serta keluarga korban memperoleh kepastian mengenai proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami juga mendorong agar penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.” katanya.

DPP KEPMI Bone berharap tidak ada fakta yang terlewat dalam proses penyidikan. Apabila berdasarkan alat bukti ditemukan keterlibatan pihak lain, penyidik diharapkan menindaklanjutinya sesuai prosedur hukum. Setiap pihak yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Di sisi lain, peristiwa ini harus menjadi perhatian serius terhadap persoalan keamanan pelajar dan mahasiswa asal Bone yang sedang menempuh pendidikan maupun menjalankan aktivitas di Kota Makassar. Mahasiswa Bone berhak memperoleh rasa aman dan perlindungan ketika menjalankan aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap Polsek Panakkukang bersama jajaran kepolisian terkait dapat memperkuat langkah pencegahan tindak kekerasan serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan. Upaya menjaga keamanan tidak boleh hanya menjadi perhatian setelah jatuhnya korban, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata dan berkelanjutan,” tegas Khaidir.

Sebagai organisasi yang menaungi pelajar dan mahasiswa Bone, DPP KEPMI Bone akan terus mengawal perkembangan perkara ini secara konstitusional dan bertanggung jawab. Kami mengapresiasi langkah kepolisian yang telah dilakukan, sekaligus menaruh harapan besar agar penanganan perkara dapat diselesaikan hingga tuntas demi memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.

“Kami menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum harus dijawab melalui kerja nyata, keterbukaan yang bertanggung jawab, dan kesungguhan dalam menuntaskan perkara. Karena itu, kami mendorong Polsek Panakkukang untuk terus menunjukkan komitmen dalam mengungkap kasus ini serta memperhatikan persoalan keamanan mahasiswa Bone di Kota Makassar.” katanya menegaskan.

“Apresiasi atas langkah kepolisian harus berjalan beriringan dengan pengawalan terhadap penuntasan perkara. Kami tidak hanya berharap terduga pelaku diamankan, tetapi juga menginginkan proses hukum yang jelas, adil, dan tuntas.” kunci Khaidir. (*)

Advertisement