Peringati Sumpah Pemuda, Dihadiri Pangdam dan Kapolda Sulsel Diatas Panggung Tak Nampak Jas KNPI

0
FOTO: Panglima Kodam (Pangdam) XIV, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bangun Nawoko dan Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Dr. M. Awal Chairuddin hadir di Peringatan sumpah pemuda ke 98 tahun di sulawesi selatan (Sulsel) berlangsung di Monumen Mandala di Jalan Jenderal Soedirman, Makassar, Rabu (28/10/2026). (ist)
FOTO: Panglima Kodam (Pangdam) XIV, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bangun Nawoko dan Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Dr. M. Awal Chairuddin hadir di Peringatan sumpah pemuda ke 98 tahun di sulawesi selatan (Sulsel) berlangsung di Monumen Mandala di Jalan Jenderal Soedirman, Makassar, Rabu (28/10/2026). (ist)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Peringatan sumpah pemuda ke 98 tahun di sulawesi selatan (Sulsel) berlangsung di Monumen Mandala di Jalan Jenderal Soedirman, Makassar, Rabu (28/10/2026).

 

Nampak sejumlah Ormas dan organisasi kepemudaan (OKP) berada diatas panggung acara bersama Panglima Kodam (Pangdam) XIV, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bangun Nawoko dan Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Dr. M. Awal Chairuddin.

Advertisement

Diatas panggung hanya terlihat Ketua KBPP Polri Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua FKPPI Sulsel Aliyah Mustika Ilham dan sejumlah ormas kepemudaan lainnya.

Namun diantara jajaran ormas dan OKP di panggung tak nampak jas berwarna biru, Kemana KNPI Sulsel dan Makassar?

Padahal di Monumen Mandala ribuan pemuda hadir memperingati sumpah pemuda.

Ada sekitar 2.000 remaja dari 37 komunitas motor beberapa bahkan masih mengenakan seragam sekolah tumpah ruah. Ikut bergabung sejumlah organisasi pemuda dan mahasiswa.

Acara bertema “Pemuda Sulawesi Selatan Bersatu Menjaga Kedamaian dan Kondusivitas”.

Di peringatan sumpah pemuda, Menteri Pemuda dan Olahraga menyampaikan pesannya kepada seluruh pemuda di Indonesia.

“Kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati. Patriotik, yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata.
Gigih, yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan. Dan berempati, yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya,” demikian pesan dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pesan tersebut juga menekankan bahwa semangat patriotisme harus diwujudkan melalui kepedulian, sementara kegigihan perlu diimbangi dengan nurani dan kemanusiaan. Sebab, kemajuan yang sesungguhnya adalah kemajuan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Lebih lanjut, generasi muda diajak untuk berani bermimpi, bekerja keras, pantang menyerah, serta terus berkarya bagi bangsa dan negara tanpa kehilangan rasa kemanusiaan. Kepemimpinan tidak hanya menuntut keberanian untuk berdiri di depan, tetapi juga kesediaan untuk melayani dan membantu sesama.

“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya. Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” demikian kutipan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. (LN)

Advertisement