
LEGION NEWS || WAJO — Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu ruang bagi TNI untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat. Hal itu ditunjukkan Babinsa Koramil 02/Tanasitolo Kodim 1406/Wajo, Serka Suardi S, melalui pendampingan kegiatan pengolahan sampah plastik menjadi paving block.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengurangi persoalan sampah plastik, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Dalam kegiatan tersebut, Serka Suardi S mendampingi masyarakat dalam proses pengolahan sampah plastik hingga menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai paving block.
Menurut Serka Suardi, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari pembinaan teritorial. Babinsa tidak hanya dituntut hadir ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga ikut mendorong kegiatan masyarakat yang dapat memperkuat kemandirian dan ketahanan wilayah.

“Kami hadir untuk mendampingi dan memberikan motivasi kepada masyarakat. Pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini merupakan kegiatan positif yang memiliki manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka kesadaran masyarakat bahwa persoalan di wilayah dapat diselesaikan secara bersama-sama,” ujar Serka Suardi.
Ia mengatakan, persoalan sampah membutuhkan kesadaran kolektif. Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk tidak sekadar membuang sampah, tetapi mulai memilah, mengolah dan memanfaatkannya.
“Semangatnya adalah gotong royong. Babinsa mendampingi, sementara masyarakat menjadi pelaku utama. Dengan kebersamaan, persoalan sampah yang awalnya menjadi beban dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Dandim 1406/Wajo Letkol Inf. Harianto, S.I.P. menempatkan kegiatan tersebut dalam konteks pembinaan teritorial dan upaya memperkuat ketahanan wilayah.
Menurutnya, dalam konsepsi Sistem Pertahanan Semesta, kekuatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada TNI, tetapi melibatkan seluruh komponen bangsa. Karena itu, membangun masyarakat yang memiliki kepedulian, kemandirian dan ketahanan di wilayahnya merupakan bagian penting dari pembinaan teritorial.
“Kehadiran Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pembinaan teritorial. Dalam Sistem Pertahanan Semesta, rakyat merupakan salah satu kekuatan penting. Karena itu, membangun kesadaran, kepedulian dan kemandirian masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah,” ujar Letkol Inf. Harianto.
Ia menegaskan, ketahanan wilayah tidak selalu harus dimaknai dalam konteks pertahanan secara militer. Ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat.
“Ketahanan wilayah dibangun dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan di lingkungannya. Ketika masyarakat mampu mengelola sampah secara mandiri dan mengubahnya menjadi produk yang bermanfaat, di situ ada nilai gotong royong, kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.
Dandim menambahkan, tugas Babinsa adalah membangun komunikasi serta mendorong potensi masyarakat agar dapat berkembang. Kehadiran aparat kewilayahan, kata dia, harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Babinsa tidak mengambil alih peran masyarakat. Babinsa mendampingi, menggerakkan dan mendorong agar potensi masyarakat dapat berkembang. Inilah semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi bagian penting dalam pembinaan teritorial,” tegasnya.
Menurut Letkol Inf. Harianto, kegiatan pengolahan sampah plastik menjadi paving block dapat menjadi contoh sederhana bagaimana persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang melalui kerja bersama
“Kami mendorong kegiatan-kegiatan positif seperti ini terus dikembangkan. Dari lingkungan terkecil, masyarakat belajar membangun kemandirian dan gotong royong. Ketika masyarakat kuat dan wilayah memiliki ketahanan, maka pada saat yang sama kita ikut memperkuat pertahanan negara,” pungkasnya.
Melalui pendampingan tersebut, Kodim 1406/Wajo menegaskan peran Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial yang hadir bersama masyarakat. Dari persoalan sampah, dibangun kepedulian; dari gotong royong, tumbuh kemandirian; dan dari masyarakat yang mandiri, diperkuat ketahanan wilayah.






























