
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengukuhkan Prof. Dr. drg. Maria Tanumi Hardja, MDSc., Sebagai Guru Besar melalui Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas dalam rangka Upacara Pengukuhan dan Penerimaan Anggota Dewan Profesor, Rabu (26/8/2026).
Prof. Dr. drg. Maria Tanumi Hardja, MDSc., meraih gelar Guru Besar Bidang Ilmu Konservasi Gigi dan Mikrobiologi Endodontik, Fakultas Kedokteran Gigi.
Judul: “Dinamika Bakteri dalam Saluran Akar Gigi Tantangan dan Harapan Menuju Endodontik yang Lebih Cerdas, Aman, Presisi dan Berbasis Bukti”
Prof. Maria menjelaskan tiga pendekatan utama yakni dinamika bakteri saluran akar gigi, tantangan yang dihadapi dalam memahami dan mengendalikan infeksi endodontik, dan harapan menuju endodontik yang lebih cerdas, aman, presisi dan berbasis bukti.
Perjalanan infeksi saluran akar umumnya dimulai dari karies gigi, yang jika tidak segera ditangani akan berkembang menjadi inflamasi pulpa. Apabila proses tersebut terus berlangsung, jaringan pulpa dapat mengalami nekrosis.
Jika proses tersebut terus berlangsung, jaringan pulpa dapat mengalami nekrosis. Setelah jaringan pulpa kehilangan vitalitasnya, ruang pulpa dan saluran akar yang sebelumnya steril, berubah menjadi lingkungan yang memungkinkan mikroorganisme masuk, berkembang dan membentuk komunitas.
Dinamika bakteri dalam saluran akar meliputi perubahan dari kondisi steril menjadi ekosistem mikroba, pembentukan komunitas polimikroba dan biofilm, serta perubahan profil mikroorganisme selama perkembangan penyakit dan setelah tindakan perawatan. Pemahaman ini merupakan landasan ilmiah dalam menentukan cara mendiagnosis, membersihkan, mendisinfeksi hingga memantau saluran akar.
Persoalan utama endodontik bukan hanya tentang membunuh bakteri. Namun, juga berkaitan dengan menentukan mikroorganisme yang masih hidup, menjangkau system anatomi yang kompleks, mengendalikan biofilm serta mengevaluasi hasil perawatan berdasarkan data mikrobiologis, klinis, radiografis dan kebutuhan pasien.
Ditengah kompleksitas endodontik, perkembangan ilmu pengetahuan memberikan harapan besar bagi masa depan endodontik. Seluruh pekembangan tersebut mengarah pada endodontik yang semakin berbasis bukti, presisi, dan berorientasi pada kualitas hidup. Arah ini sejalan dengan konsep P4 dentistry, yaitu Personalized dentistry (perawatan disesuaikan dengan kondisi individual pasien), Predictive dentistry (data klinik dan teknologi), Preventive dentistry (pencegahan hingga pemantauan), dan Participatory dentistry (pasien sebagai mitra aktif pengambilan keputusan dan pemeliharaan kesehatan gigi).(*/mir)
























