Prof. Dr. Juni Jekti Nugroho Raih Gelar Guru Besar Universitas Hasanuddin

0
FOTO: Prof. Dr. Juni Jekti Nugroho, drg., SpKG SubSp KE. Guru Besar Bidang Ilmu Biomaterial Endodontik, Fakultas Kedokteran Gigi.
FOTO: Prof. Dr. Juni Jekti Nugroho, drg., SpKG SubSp KE. Guru Besar Bidang Ilmu Biomaterial Endodontik, Fakultas Kedokteran Gigi.

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengukuhkan Prof. Dr. Juni Jekti Nugroho, drg., SpKG SubSp KE., Sebagai Guru Besar melalui Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas dalam rangka Upacara Pengukuhan dan Penerimaan Anggota Dewan Profesor, Rabu (26/8/2026).

Prof. Dr. Juni Jekti Nugroho, drg., SpKG SubSp KE., meraih gelar Guru Besar Bidang Ilmu Biomaterial Endodontik, Fakultas Kedokteran Gigi

Judul: “Peran Biomaterial Endodontik dalam Preservasi dan Regenerasi Jaringan Gigi”.

Advertisement

Dalam terapi saraf gigi yang vital, terutama saraf gigi yang terbuka secara tidak sengaja saat prosedur perawatan, pilihan biomaterial merupakan penentu utama keberhasilan. Pada kondisi pulpa yang terbuka akibat karies, trauma atau tidak sengaja terbuka saat tindakan perawatan, dokter gigi tidak hanya menutup celah pulpa.

Selama beberapa dekade, kalsium hidroksida adalah bahan penting dalam endodontik. Sifat alkalisnya memberikan efek antibakteri dan mampu menstimulasi pembentukan lapisan pelindung dentin.

Namun, bahan ini juga memiliki keterbatasan pH yang tinggi dapat merusak permukaan jaringan, kelarutannya tinggi, ikatan lemah terhadap dentin dan lapisan yang terbentuk masih memiliki celah.

Keterbasan tersebut mendorong pengembangan biomaterial berbasis kalsium silikat, seperti mineral trioxide aggregate, tricalcium silicate cement dan biokeramik. Bahan ini dapat menutup celah pada dentin dengan lebih baik, melepaskan ion kalsium, serta membentuk lapisan menyerupai hidroksiapatit, yaitu mineral utama jaringan keras gigi.

Kemajuan ini belum menjawab seluruh tantangan. Beberapa bahan berbasis kalsium silikat masih memiliki masalah dalam prosedur aplikasi, waktu pengerasan, biaya hingga pelepasan ion kalsium yang belum sepenuhnya optimal. Karena itu, penelitian terus dilakukan untuk memperbaiki biomaterial yang sudah ada agar lebih aman, stabil, lebih mudah digunakan dan sesuai dengan jaringan pulpa.

Salah satu arah riset yang dikembangkan adalah pemanfaatan sumber daya hayati dan sumber mineral alami Indonesia sebagai komponen dari biomaterial endodontik. Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun, banyak sumber daya tersebut yang belum dioptimalkan dengan baik dalam bidang kedokteran gigi, khususnya endodontik.

Selain bahan alam organik, penelitian ini juga menaruh perhatian pada mineral alami, khususnya kalsium karbonat dari cangkang, yang seringkali dianggap limbah. Padahal, dari sudut pandang biomaterial, cangkang kaya kalsium karbonat, memiliki organisasi mineral yang khas dan berpotensi diolah menjadi tambahan biomaterial.

Biomaterial endodontik merupakan penentu kualitas penyembuhan serta menghubungkan upaya mempertahankan jaringan, membantu regenerasi, mengembangkan ilmu bahan, dan memberikan perawatan yang berpusat pada manusia dalam upaya mempertahankan gigi alami selama mungkin.(*/mir)

Advertisement