Rombongan Terakhir PCNU se-Sulsel Berangkat ke Muktamar NU, Dipimpin Rais Syuriyah PWNU Sulsel

0
FOTO: Rombongan terakhir peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sulawesi Selatan bertolak menuju lokasi pelaksanaan Muktamar NU, Rabu (26/8/2026).
FOTO: Rombongan terakhir peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sulawesi Selatan bertolak menuju lokasi pelaksanaan Muktamar NU, Rabu (26/8/2026).

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Rombongan terakhir peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sulawesi Selatan bertolak menuju lokasi pelaksanaan Muktamar NU, Rabu (26/8/2026).

Keberangkatan rombongan tersebut dipimpin langsung Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan, Anregurutta KH. Baharuddin, bersama jajaran pengurus dan peserta muktamar dari sejumlah PCNU kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Turut dalam rombongan tersebut Mantan Ketua PC GP Ansor Makassar, Makmur Idrus, bersama sejumlah tokoh dan kader Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan.

Advertisement

Keberangkatan bersama ini menjadi bagian dari konsolidasi PWNU Sulsel dalam memastikan seluruh delegasi cabang dapat mengikuti agenda tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama tersebut.

Di tengah dinamika menjelang pemilihan kepemimpinan PBNU, rombongan Sulawesi Selatan diharapkan tetap membawa semangat persaudaraan dan menjaga kekompakan, meskipun masing-masing peserta memiliki pandangan maupun pilihan yang berbeda.

Muktamar bukan hanya arena memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, tetapi juga forum untuk membawa aspirasi daerah, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta merumuskan arah NU lima tahun ke depan.

Kehadiran PCNU se-Sulawesi Selatan diharapkan tidak sekadar membawa suara, tetapi juga membawa gagasan mengenai penguatan organisasi, kaderisasi, serta kemandirian ekonomi PCNU, MWCNU dan ranting, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Semangat yang dibawa tetap sama: berangkat bersama, boleh berbeda pilihan, tetapi pulang tetap sebagai satu keluarga besar Nahdlatul Ulama. (*)

Advertisement