
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengukuhkan Prof. Dr. Asdar, drg., M.Kes., sebagai Guru Besar melalui Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas dalam rangka Upacara Pengukuhan dan Penerimaan Anggota Dewan Profesor, Rabu (26/8/2026).
Prof. Dr. Asdar, drg., M.Kes., meraih gelar Guru Besar Bidang Ilmu Periodontologi, Fakultas Kedokteran Gigi
Judul: “Pemanfaatan Bahan Alami sebagai Terapi Pendukung Dalam Perawatan Penyakit Periodontal”.
Gambaran epidemiologi global penyakit periodontal menunjukkan bahwa penyakit ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan multifactorial. Oleh karena itu, strategi pengendalian penyakit periodontal harus mencakup upaya promotive, preventif dan kuratif yang terintegrasi, serta didukung oleh penelitian inovatif.
Patogenesis penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi kronis yang memengaruhi jaringan penyangga gigi, termasuk gingiva, ligament periodontal, sementum dan tulang alveolar.
Penyakit ini diawali oleh akumulasi biofilm mikroba pada permukaan gigi yang memicu respon imun host, sehingga menghasilkan kerusakan jaringan yang bersifat progresif bila tidak ditangani.
Implikasi klinisi dari penyakit periodontal tidak hanya terbatas pada rongga mulut, namun juga berdampak sistematik.
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa inflamasi periodontal kronis dapat berkontribusi terhadap peningkatan Risiko penyakit kardiovaskular melalui mekanisme inflamasi sistemik dan bakteremia.
Terapi konvensional dalam perawatan penyakit periodontal secara umum berfokus pada eminimasi biofilm dan kalkulus melalui prosedur mekanis, terutama scalling dan root planning (SRP), yang hingga saat ini masih dianggap sebagai gold standar.
Namun, salah satu keterbatasan utama adalah ketidakmampuan dalam mengatasi biofilm subgingiva yang bersifat kompleks dan resisten. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan alam merupakan salah satu upaya mengatasi keterbatasan terapi konvensional dan meningkatkan outcome klinis pasien periodontal.
Secara ilmiah, rasional penggunaan bahan alam didasarkan pada kandungan senyawa bioaktif yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antioksidan dan regenerative. Berbagai fitokimia seperti flavonoid, polifenol, terpenoid dan alkaloid telah terbukti mampu memodulasi jalur molekuler yang terlibat dalam pathogenesis penyakit periodontal.
Dalam konteks regenerasi jaringan periodontal, bahan alam juga menunjukkan potensi yang menjanjikan. Beberapa biomaterial berbasis bahan alam, seperti hidroksiapatit dari cangkang laut, memiliki sifat osteokonduktif dan biokompatibel yang tinggi. Bahan alam memiliki keunggulan dalam hal biokompatibilitas dan keamanan dibandingkan bahan sintesis.
Karena berasal dari sumber biologis, bahan ini umumnya memiliki toksisitas yang rendah dan risiko efek samping yang minimal. Rasional pemanfaatan bahan alam juga diperkuat oleh host modulation therapy dalam periodontology modern. Terapi ini juga bertujuan mengatur respon imun host agar tidak berlebihan dan merusak jaringan.
Beberapa senyawa alami telah terbukti mampu memodulasi jalur imun, seperti menghambat produksi matrix metalloproteinases (MMPs) yang berperan dalam degradasi kolagen, serta meningkatkan produksi sitokin antiinflamasi seperti IL-10.(*/mir)
























