LEGIONNEWS.COM|MOJOKERTO, – YLBH GARDA S.K.R resmi berdiri secara sah sesuai Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0014584.AH.01.04.Tahun 2026 tertanggal 19 Juni 2026. Pencatatan yayasan dengan nomor AHU-0023189.AH.01.12.Tahun 2026 itu menjadi tonggak baru keberadaan lembaga yang hadir guna memenuhi kebutuhan pendampingan hukum bagi masyarakat luas.
Peringatan berdirinya lembaga tersebut digelar meriah di Kantor YLBH GARDA S.K.R, Jalan Gempol–Mojokerto, Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, tepat di depan STIKES, pada Minggu 21 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Acara itu berlangsung penuh keakraban sekaligus menjadi ajang silaturahmi bulanan rutin seluruh elemen keluarga besar organisasi.

Ketua Umum YLBH GARDA S.K.R, Mohamad Adi Nova, didampingi Wakil Ketua Farid, menyampaikan pernyataan positif yang mengajak seluruh anggota tetap menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Menurut dia, persatuan adalah modal utama supaya lembaga ini dapat bekerja maksimal memberikan pelayanan hukum yang adil dan merata bagi warga yang membutuhkan.
Momen syukuran itu ditandai dengan pemotongan tiga buah tumpeng yang maknanya disesuaikan dengan lambang tiga bintang dalam logo resmi YLBH GARDA S.K.R. Tradisi kuliner tersebut bukan sekedar seremonial, melainkan simbol persaudaraan serta komitmen kuat para pendiri dan anggota dalam satu tujuan mulia.
Para pendiri yang turut hadir dalam kegiatan itu adalah Ketua Umum YLBH GARDA S.K.R Mohamad Adi Nova, Mohamad Ridwan, Mujiono, Pinkan Excellolita Feminina Moerya, serta Zulkarnain. Kehadiran tokoh-tokoh utama itu semakin mengukuhkan tekad bersama untuk menjaga amanat organisasi yang baru saja disahkan secara hukum tersebut.
Adi Nova menegaskan bahwa berdirinya yayasan ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat awam yang kerap kesulitan mengakses bantuan hukum secara mudah dan terpercaya. Oleh sebab itu, setiap anggota diminta memiliki jiwa pelayan yang tulus serta menjaga nama baik lembaga di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil ketua M. Farid juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar anggota dari berbagai latar belakang agar tujuan organisasi tercapai dengan baik. Ia berharap kekompakan yang terjalin saat acara syukuran itu, tetap terpelihara hingga ke lapangan saat menjalankan tugas pendampingan hukum nanti.
Suasana acara makin hidup dengan kehadiran hiburan orkes dangdut JWR yang mengiringi seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Musik yang dibawakan itu menjadi sarana pemersatu yang membuat suasana kekeluargaan terasa semakin hangat dan akrab di antara para tamu maupun anggota.
Sebagai bentuk identitas organisasi, panitia acara membagikan stiker resmi yang disiapkan khusus untuk ditempelkan pada kendaraan bermotor maupun mobil milik anggota. Langkah itu dilakukan supaya keberadaan YLBH GARDA S.K.R makin dikenal luas sekaligus menjadi tanda kebanggaan setiap pengurus maupun anggota.
Selain stiker, dibagikan pula kaos seragam yang memiliki desain khas lambang lembaga sebagai ciri kekompakan keluarga besar YLBH GARDA S. k. R. Penggunaan atribut seragam tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki dan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan ke depannya.
Pemotongan tumpeng menjadi momen paling ditunggu dimana Adi Nova selaku ketua umum didampingi para pendiri melakukan prosesi utama tersebut. Tiga tumpeng yang disajikan melambangkan tiga nilai dasar organisasi yang harus dipegang teguh oleh seluruh elemen yang tergabung di dalamnya.
Setelah prosesi seremonial selesai, seluruh undangan dan anggota menikmati hidangan bersama dalam suasana santai namun tetap penuh rasa hormat satu sama lain. Momen makan bersama itu menjadi bukti nyata bahwa nilai persaudaraan di YLBH GARDA S.K.R lebih diutamakan dibanding sekedar hubungan organisasi semata.
Adi Nova kembali mengingatkan bahwa legalitas yang baru terbit dua hari sebelumnya adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengimbau agar setiap langkah yang diambil selalu berpegang pada aturan hukum yang berlaku serta kode etik profesi bantuan hukum.
Kebutuhan hukum masyarakat yang semakin kompleks menjadi alasan utama kenapa lembaga ini didirikan dan segera disahkan secara resmi. Banyak warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pendampingan, kini memiliki harapan baru lewat keberadaan yayasan yang berbasis di wilayah Mojokerto tersebut.
Farid menambahkan bahwa soliditas organisasi akan sangat menentukan kualitas pelayanan yang nantinya diberikan kepada masyarakat pencari keadilan. Menurut dia, jika internal organisasi kuat dan kompak, maka kepercayaan publik akan tumbuh besar dan membuat kinerja lembaga makin dipercaya.
Kegiatan pertemuan bulanan rutin yang digabung dengan syukuran pendirian itu sengaja dirancang untuk membangun komunikasi yang erat antar anggota di setiap tingkatan. Dengan demikian, informasi kebijakan maupun program kerja dapat tersampaikan dengan jelas tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Lokasi kantor yang strategis di pinggir jalan utama Gempol–Mojokerto dan berhadapan langsung dengan STIKES dinilai sangat mendukung akses masyarakat yang ingin berkonsultasi. Posisi tersebut dipilih supaya warga dari berbagai arah wilayah kabupaten dan kota Mojokerto dapat dengan mudah menemukan dan datang ke kantor lembaga ini.
Para pendiri sepakat bahwa nama YLBH GARDA S. K. R diambil sebagai simbol semangat perjuangan membela hak rakyat kecil dan menegakkan keadilan. Nilai sejarah dan perjuangan itu yang nantinya akan dijadikan landasan moral dalam memberikan bantuan hukum yang berkeadilan dan tidak memihak golongan tertentu.
Seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan penuh sukacita tanpa ada kendala berarti dari awal hingga penutupan kegiatan. Keberhasilan acara perdana ini menjadi modal berharga bagi pengurus untuk merancang program kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.
Sebagai penutup kegiatan, Adi Nova dan Farid kembali berpesan agar semangat kebersamaan yang tercipta hari ini terus dijaga dan ditingkatkan di masa mendatang. Keberadaan YLBH GARDA S.K.R diharapkan menjadi solusi hukum yang nyata, profesional, dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.
Pewarta: Agung Ch

























