
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) bakal menggelar aksi unjuk rasa di Trans Studio Mal saat kedatangan wakil presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka pada Sabtu 11 Juli 2026 mendatang.
Namun aksi sejumlah Ormas di Makassar itu tidak terkait dengan kedatangan orang nomor dua di RI.
Aksi unjuk rasa itu masih persoalan kecelakaan yang dialami oleh Andi Raditiah Usman (17) pada hari Kamis (25/6) silam. Sekitar pukul 12:25 WITA di kawasan area parkir Trans Studio Mall Makassar, Kecamatan Tamalate.
Raditiah Usman mengalami luka pada leher akibat dari bentangan tali jenis nilon di kawasan parkir TSM yang dikelola PT Securindo Packatama Indonesia (PT. SPI).
Pengurus Wilayah Badan Lingkungan Hidup Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan mendatangi kantor PT Securindo Packatama Indonesia (PT. SPI) di Jalan Ance Daeng Ngoyo, Masale, Panakukkang, Kota Makassar, Jumat (3/7) lalu.
Untuk diketahui, Andi Raditiah Usman salah satu kader Badan Lingkungan Hidup Pemuda Pancasila, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Muhammad Fadly M, Selaku jendral lapangan kepada media menjelaskan pihak PT. SPI diduga telah melakukan perbuatan yang melanggar Undang undang Hukum Perdata tentang perbuatan melawan hukum, khususnya pasal 1365-1367, serta UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
“Dari hasil pertemuan dengan pihak pengelola parkir di TSM dalam hal ini PT SPI mereka berkomitmen akan melakukan ganti rugi kepada pihak korban [Raditiah], Tadi disampaikan komitmen itu akan dibuat tanggal 7 atau 8 Juli 2026 nanti,” ujar Fadly, Jumat.
“Sejak peristiwa kecelakaan itu, Pihak vendor [PT SPI] seolah olah menghindari keluarga korban [Radith] untuk menyelesaikan tanggungjawabnya. Sehingga hari kami mendatangi kantor tersebut,” katanya.
Saat ini aliansi Ormas di Makassar telah menyampaikan surat pemberitahuan aksi pada Sabtu nanti ke Polrestabes Makassar.
Terkait insiden itu, Awak media telah mengkonfirmasi Taswin, Manajer Area Indonesia Timur PT SPI.
Saat dikonfirmasi Taswin hanya menanyakan darimana awak media mendapatkan kontak miliknya.
Hingga berita diterbitkan Manajer Area Indonesia Timur PT SPI belum mmberikan jawabannya. (LN)























