LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan. Menyisakan dua calon kuat, Mereka diantara Munafri Arifuddin (APPI) dan Ilham Arief Sirajuddin.
Munafri telah mengantongi 21 dukungan dari DPD II Partai Golkar di Sulawesi Selatan (Sulsel). Sedangkan IAS belum sama sekali mendapat dukungan pemilik suara di Musda Golkar Sulsel.
K21 adalah “Kelompok” DPD II yang konsisten mendukung APPI sebagai calon ketua DPD I Golkar Sulsel.
Pakar komunikasi politik Universitas Hasanuddin (Unhas), DR Hasrullah menilai baik APPI dan IAS sama sama memiliki kekuatan jejaring politik di internal partai golkar.
“Baik, APPI dan IAS sama sama punya kekuatan politik. Baik itu di DPP, DPD I dan II. Untuk saat ini [APPI] sementara mengantongi [Menguasai] 21 DPD pemilik hak suara di Musda Golkar Sulsel,” ujar Hasrullah. Kamis (23/4).
“Sementara itu kabarnya IAS tengah mengundang DPD II dan organisasi pendiri serta organisasi yang didirikan,” tutur pakar di bidang ilmu komunikasi politik Unhas ini.
Saat ditanya soal mundurnya istri dari IAS, Aliyah Mustika Ilham dari kader partai demokrat. Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin itu menyampaikan dengan mundurnya Aliyah, IAS telah berkeyakinan akan mendapatkan dukungan dari DPP Golkar.
“Jika benar Aliyah mundur dari partai demokrat dapat digambarkan bahwa IAS telah mendapatkan lampu hijau dari DPP untuk maju di Musda Golkar Sulsel,” katanya.
Dijelaskannya bagi calon ketua Golkar diberbagai tingkatan harus memenuhi syarat di antaranha, Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela [PDLT].
“PDLT merupakan syarat mutlak untuk menjadi ketua atau pengurus partai golkar. Dengan mundurnya Aliyah dari partai demokrat maka IAS memenuhi syarat pencalonan sebagai calon ketua DPD Golkar Sulsel,” imbuh Hasrullah.
Bagaimana dengan APPI?
Kembali, Hasrullah menjelaskan, Walikota Makassar [Munafri] dikatakannya memiliki peluang besar sebagai kepala daerah.
“Partai Golkar itu kecenderungannya memilih ketua partai bagi kader yang saat ini berkuasa di suatu wilayah. Contohnya seperti APPI dan Andi Ina [Bupati Barru] kedua duanya punya peluang, Namun APPI punya peluang untuk sementara karena telah mengantongi 21 dukungan dari 21 DPD II Golkar ketimbang Andi Ina,” ucapnya.
Namun, Pakar di bidang ilmu komunikasi politik itu mengatakan di partai golkar sering terjadi kejutan.
“Di partai golkar itu sering terjadi kejutan. Biasa jelang Musda DPP Partai Golkar menerbitkan ‘Surat Diskresi’ seperti Musda Golkar di tahun 2020 lalu. Tapi belakangan ini sejak Bahlil ketua umum DPP Golkar dari seluruh Musda yang di gelar di provinsi lainnya penyelenggaraan Musda Golkar berjalan dengan demokratis,” beber Hasrullah.
Hasrullah, Kemudian mengatakan untuk tidak mengabaikan sosok Andi Ina Kartika Sari.
“Golkar diawal saya katakan sering terjadi kejutan di Musda. Jangan sampai sosok politisi perempuan golkar Andi Ina bisa menjadi kuda hitam nantinya,” pungkas Hasrullah.
Untuk diketahui Ilham Arief Sirajuddin tengah mengundang para Ketua DPD II Golkar Kabupaten/Kota di kediaman IAS yang terletak di Jalan Batu Putih Bundar, Makassar.
Undangan yang beredar pertemuan digelar Jumat 24 April 2026 Pukul 19:00 WITA.
Selain DPD II, IAS juga mengundang organisasi pendiri (MKGR, Kosgoro, SOKSI), organisasi sayap (AMPG, KPPG), hingga organisasi yang didirikan (AMPI, Satkar Ulama, Al-Hidayah, HWK, MDI). (LN).

























