
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Dilansir dari RUP Penyedia inapro.id pada tampilan halaman 10, pada Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang pada angka 8, “Belanja Jasa Tenaga Kebersihan Marbot Masjid Kubah 99 (UPT CPI)”.
Dikutip dari laman inapro.id LKPP, total anggaran jasa untuk para Marbot itu capai Rp 894.008.000,- (April 2026).
Informasi yang berhasil dihimpun terdapat 24 Marbot yang merawat masjid yang dikelola pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel.

Dengan besaran anggaran yang disediakan Rp 894.008.000,- kemudian dibagi 24 Marbot, Maka setiap orangnya akan berpenghasilan Rp 37.250.345,-
Ketua Umum, Lembaga Kontrol Keuangan Negara (LKKN), Sabaruddin mengatakan Pemprov Sulsel harus menjelaskan ke publik terkait dengan besaran anggaran untuk para Marbot.
“Pemprov Sulsel harus menjelaskan ke publik terkait dengan besaran anggaran untuk para Marbot,” Ujar Sabaruddin.
Mungkin selain gaji Marbot di dalam anggaran tersebut ada belanja lainnya, Seperti alat alat chemicals. Namun dengan data informasi yang disajikan melalui RUP penyedia dapat membuat spekulasi publik,” katanya.
Terkait itu awak media mengkonfirmasi Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid. Sekaitan dengan anggaran yang disediakan Pemprov Sulawesi Selatan untuk belanja jasa tenaga kebersihan Marbot Masjid Kubah 99 (UPT CPI).
Kepada media Kadir Halid mengatakan akan melakukan pengecekan anggaran tersebut.
“Terima kasih atas informasinya pak (Wartawan). Kami cek dulu,” ujar Kadir Halid. Rabu (22/4/2026)
Saat dikonfirmasi terdapat 24 Marbot masjid 99 Kubah, Politisi partai golkar itu hanya menyampaikan informasinya seperti itu.
“Seperti itu informasinya,” singkat Kadir Halid. (LN)
























