Soal Mobil Mewah Gubernur, ini Penjelasan Diskominfosantik Sulsel

0
FOTO: Mobil mewah Lexus LM. (Ilustrasi via Google)
FOTO: Mobil mewah Lexus LM. (Ilustrasi via Google)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Gunakan mobil mewah Lexus LM, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman tuai sorotan. Kendaraan mewah merk tersebut dibanderol Rp2,1 miliar hingga Rp3,3 miliar (OTR Jakarta).

Dilansir dari Mobil123.com mobil mewah tersebut terdapat beberapa varian (350h atau 500h) dan konfigurasi kursi (4-seater atau 7-seater).

Muhammad Salim Basmin, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Angkat bicara soal mobil mewah yang digunakan orang nomor satu di Sulsel itu.

Advertisement

Dilansir dari laman website sulselprov.go.id terbitan Sabtu (11/4/2026) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di sejumlah media mengenai pengadaan kendaraan operasional Gubernur berupa Lexus LM.

Kata Salim Basmin, Pengadaan tersebut ditegaskan sebagai bagian dari kebijakan penataan dan efisiensi aset daerah yang dilakukan secara transparan serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Diskominfosantik Sulsel menyebutkan mobil mewah tersebut merupakan aset sah milik daerah yang diadakan pada 2025 dan telah tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD).

Mobil mewah itu dibeli/diadakan di tahun anggaran 2025 oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel. Belanja pengadaan mobil tersebut sekitar Rp2 miliar.

Pengadaan kendaraan operasional untuk orang nomor satu di sulawesi selatan itu setelah pemerintah provinsi melelang berbagai kendaraan dinas, seperti enam unit Alphard, serta sejumlah kendaraan lain seperti Innova, Pajero, dan ratusan unit lainnya.

“Pengadaan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian dari langkah efisiensi pengelolaan aset daerah. Selama ini, Pemprov Sulsel menanggung beban pemeliharaan ratusan kendaraan dinas yang sudah berusia tua dan tidak lagi ekonomis untuk digunakan,” ujar Salim Basmin, dikutip Ahad (12/4/2026)

“Mobil-mobil yang dijual telah memenuhi syarat umur dan biaya operasionalnya terus meningkat. Kebijakan pembelian kendaraan ini untuk mendukung operasional kedinasan secara lebih efisien,” ujarnya.

Upaya melakukan rasionalisasi aset dengan melepas ratusan unit kendaraan lama yang biaya perawatannya membengkak.

Sebagai gantinya, dengan menyediakan 1 atau 2 unit baru agar jauh lebih efisien dan hemat anggaran operasional.

Lebih lanjut, Muhammad Salim Basmin menegaskan bahwa pengadaan didasarkan pada kebutuhan akan kendaraan operasional yang mampu mendukung mobilitas dan efektivitas kerja Gubernur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Kendaraan ini dipilih dengan mempertimbangkan aspek efektivitas, sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas secara lebih optimal,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Muhammad Salim Basmin mengajak masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh,” tutupnya. (*)

Advertisement