Update: Pasca Banjir Bandang di Masamba Luwu Utara

907

MASAMBA, Legion News – Banjir bandang menerjang Masamba disebabkan hujan lebat menguyur wilayah itu pada senin(15/7/2020)
Di Kecamatan Masamba, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Baebunta, Desa Radda lumpuh total. Pelayanan yang sudah berlangsung saat ini di antaranya adalah assessment cepat, evakuasi, pencarian warga di lokasi terdampak banjir, dan pelayanan shelter sambil berkoordinasi dengan jajaran pemerintah, Sementara, akses jalan hingga saat ini tertutup lumpur sehingga tidak dapat di akses dengan kendaraan roda empat.

Data korban banjir di Kabupaten Masamba. Rabu, (14/7/2020)

Berikut data sementara korban banjir bandang Masamba korban yakni terdampak banjir total 83.500 Kepala Keluarga 284.2,500 jiwa, Luka berat 5, Luka ringan 11, Meninggal 5, Hilang 11, Mengungsi 125 2.479, Kerusakan Fasilitas Sosial/Umum,Sekolah tempat ibadah 4, Rumah Sakit, Pasar 1, Gedung Pemerintah 1.

Sejumlah wilayah yang terkena banjir bandang dan tanah longsor di Luwu Utara diantaranya Kecamatan Rongkong, Kecamatan Masamba, Kecamatan Baebunta, Kecamatan Baebunta Selatan, Kecamatan Malangke Barat, Kecamatan Sabbang.

Namun yang terparah dampaknya yakni Kecamatan Masamba, Kecamatan Baebunta, dan Kecamatan Sabbang.

Banjir bandang di Luwu Utara yang terjadi di dua Kecamatan yakni Baebunta dan Masamba diakibatkan oleh intensitas hujan yang cukup deras di wilayah tersebut.

Dimana selama dua hari berturut-turut hujan lebat tak pernah berhenti dari tanggal 12 hingga 13 Juli 2020. Hal tersebut dibenarkan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyatakan jika di Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan memang hujan sedang hingga lebat terjadi selama dua hari berturut-turut.
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Esti Kristantri mengatakan, hujan lebat yang terjadi di Lutra dipengaruhi Suhu Muka Laut yang hangat di teluk Bone. Tidk hanya itu juga terdapat daerah belokan angin (konvergensi) di wilayah Sulawesi Bagian Tengah yang memicu pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) yang mengakibatkan terjadinya hujan lebat.

“Potensi hujan masih ada hingga 15 juli 2020 besok.

3 Jenazah Tanpa Indentitas di Rumah sakit Hikmah Masamba

Untuk korban jiwa akibat banjir bandang saat ini belum di ambil pihak keluarga masih ada 3 jenazah di posko jenazah Rumah sakit Hikmah Masamba yang belum dijemput oleh keluarganya. selain itu ada beberapa yang dalam perawatan inap. Pihak rumah sakit Hikmah Masamba meminta kepada masyarakat untuk mengecek manakala ada keluarganya yang belum ditemukan. Silahkan ke RS hikmah Masamba.

PLN UIW Sulselrabar, Penerangan Pasca Banjir

General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu menambahkan masih ada sekitar 238 gardu listrik masih dipadamkan sementara, pada Hari ini, (14/7) hingga pukul 09.30 WITA.

PLN UIW Sulselrabar, mengatakan mulai mengamankan 296 Gardu listrik agar tidak dialirkan terlebih dahulu ke lokasi-lokasi yang berdampak banjir, demi keselamatan. Namun PLN telah melakukan perbaikan dan penormalan sebanyak 58 Gardu listrik, itu artinya sekitar 238 gardu listrik masih dipadamkan sementara dengan total 22.518 Pelanggan hingga kini,“ ujar Ismail.

Apabila banjir telah surut, lanjutnya, masyarakat dapat menghubungi Contact Center PLN 123 untuk dapat menginformasikan perkembangan banjir untuk bisa dilakukan pemeriksaan oleh petugas PLN guna penyalaan aliran listrik kembali.

Mereka yang di pedesaan juga terdampak, apalagi akses menuju kesana melalui jembatan gantung yang kondisinya sudah tdk layak lagi krn hantaman air dan kayu.

Kebutuhan Air Bersih Pasca Banjir Bandang Masamba

Pasca banjir para pengungsi membutuhkan air bersih, makanan dan lain-lain selama di pengungsian, hal ini sebabkan, warga korban banjir tidak sempat menyelamatkan harta mereka, Sementara desa yang terisolir yaitu desa Beringin Jaya Kecamatan Baebunta Selatan, salah satu akun media sosial milik warga korban banjir menyaran kepada warga yang terisolir untuk melalui desa Salulemo – Desa Lara kemudian Desa Sumpira dan Lokasi tersebut yaitu Lara 1 Desa Beringin Jaya, seberang sungai. Ujar warga di akun media sosial facebook miliknya.(*)

 

Advertisement