Tuntut Pemekaran Luwu Raya, Diduga Pegawai Pemprov Sulsel Arahkan Busur ke Demonstran

0
FOTO: Pria berseragam dinas Pemprov Sulsel saat menarik busur anak panah dari halaman kantor gubernur. (Hasil tangkapan layar video viral di Whatsapp)
FOTO: Pria berseragam dinas Pemprov Sulsel saat menarik busur anak panah dari halaman kantor gubernur. (Hasil tangkapan layar video viral di Whatsapp)

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Aksi unjuk rasa Aliansi Wija To Luwu Menggugat berakhir ricuh di pelataran depan gerbang kantor gubernur Sulawesi Selatan. Senin petang (12/1/2026).

Aksi yang mayoritas mahasiswa dan pelajar asal Luwu Raya itu membawa isu pemekaran provinsi Luwu Raya.

Namun aksi tersebut berujung saling serang antara pengunjuk rasa dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Beredar laman media sosial dari dalam halaman kantor gubernur Sulsel terekam seorang pria menggunakan seragam dinas pegawai siap siap melontarkan busur panah ke arah pengunjuk rasa.

Adriansyah Putra, Jenderal Lapangan aksi Aliansi Wija To Luwu Menggugat menyampaikan empat (4) tuntutannya. Diantaranya;

PERTAMA; Mendesak pemerintah daerah provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Gubernur dan DPRD provinsi Sulawesi Selatan untuk mengusulkan pencabutan moratorium pembentukan kabupaten Luwu tengah kepada pemerintah pusat dalam hal ini presiden dan DPR RI.

KEDUA; Mendesak pemerintah daerah provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Gubernur dan DPRD provinsi Sul-sel untuk merekomendasikan mengusulkan dan menyetujui pembentukan kabupaten luwu tengah dan di sampaikan langsung kepada pemerintah pusat.

KETIGA; Mendesak pemerintah daerah provinsi Sul-sel dalam hal ini Gubernur dan DPRD Sul -sel untuk menyetujui pemekaran kabupaten luwu tengah serta pembentukan PROVINSI LUWU RAYA, Karena selama ini kami menilai pemerintah daerah Sul-sel gagal dalam mengelola daerah se Luwu raya.

KEEMPAT; Apabila moratorium tidak bisa di cabut, mulai pemprov sul -sel dan DPRD Provinsi sul-sel harus membuka jalur diskresi ataupun otsus guna memudahkan pemekaran kabupaten Luwu tengah dan provinsi luwu raya sebagai komitmen percepatan pembangunan daerah.

“Demikian Pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan historis kepada generasi Luwu hari ini dan masa depan.” tulis Aliansi Wija To Luwu Menggugat

“Perjuangan ini akan terus kami lanjutkan secara damai, bermartabat, dan konstitusional hingga keadilan benar-benar terwujud di Tanah Luwu.” (LN)

Advertisement