
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Aliansi Masyarakat Tamalanrea, Barisan Perjuangan Rakyat, KapaK 21 dan Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulawesi Selatan mendatangi kantor wilayah Bank Indonesia (BI) dan Bank Mandiri.
Aksi itu berlangsung Kamis (4/12) lalu. Kedatangan organisasi mahasiswa dan masyarakat itu untuk menagih pihak bank plat merah itu terkait ancaman teror terhadap seorang mahasiswi di salah satu kampus kenamaan di kota Makassar.
Aldi Rafanjani dan Muhammad Iksan koordinator aksi mengatakan kedatangan mereka hanya ingin menagih janji pihak bank Mandiri.
“Maksud kedatangan kami di hari kamis tanggal 4 Desember 2025 datang dan menggelar aksi di Bank Indonesia. Kemudian dilanjutkan ke Bank Mandiri untuk menanyakan pelaku teror terhadap seorang mahasiswi di makassar, ” ujar Aldi saat diminta keterangannya oleh awak media Rabu (10/12).
Menurut Muhammad Iksan berawal dari persoalan kartu kredit milik orang tua mahasiswi yang tidak ada hubungannya dengan persoalan tersebut dengan rekan mahasiswinya itu.
“Rekan kami ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kartu kredit milik orangtuanya, Tetapi kenapa dia (Debt Collector) dari pihak Bank Mandiri justru meneror mahasiswi sampai ke kampus,” beber aktivis perjuangan rakyat itu. Rabu (10/12)
“Pelaku (Debt Collector) itu melakukan teror terhadap rekan saya dan tidak sampai disitu mereka sampai menghubungi dosen kami untuk menekan rekan kami yang tidak punya sangkut laut dengan permasalahan orang tuannya,” imbuh Iksan.
Terpisah Andi Rachman Saleh orang tua korban teror sangat menyesalkan sikap bank Mandiri yang dinilainya tidak sesuai prosedur.
“Batin anak saya tertekan dan dampak dari teror itu anak perempuan saya itu mengalami tekanan fisiologi setelah dosennya ikut terseret seret dalam persoalan kami,” tutur Andi Rachman.
“Tentunya sangat berdampak terhadap putri saya. Adapun rekan rekan kampusnya mengelar aksi di bank Mandiri itu bentuk solidaritas rekan rekannya di kampus. Sebagai orang tua tentu saya berterimakasih atas upaya rekan rekannya itu,” katanya kepada media saat dihubungi.
Andi Rachman menjelaskan, Akibat teror yang dialami putrinya itu, Seolah olah anak usia muda yang masih menjalani bangku pendidikan telah memiliki kartu kredit.
“Dan saat itu aksi digelar di dua titik salah satunya Bank Indonesia (BI). Pihak BI menjelaskan bahwa bila istri yang berutang ke perbankan maka yang harus ditagih itu istrinya, bukan suami atau anaknya yang tidak punya sangkut paut dengan sebagai kreditur,” katanya mengungkapkan.
Andi Rachman juga menyampaikan para aktivis mahasiswa di makassar akan kembali menggelar aksi unjuk rasa Kamis (12/12) di Bank Mandiri.
“Informasi yang saya terima rencana besok (Kamis) mereka akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Bank Mandiri,” ungkap dia.
Awak media telah menghubungi Alfred pihak bank mandiri terkait hal tersebut. Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan resmi pihak bank Mandiri. (LN)
























