
LEGIONNEWS.COM – PAPUA, Juru Bicara (Jubir) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) Sebby Sambom membantah telah menculik maupun menyandera terhadap sembilan warga sipil di Mimika, Papua Tengah.
Jubir TPNPB – OPM itu mengatakan tudingan penculikan dilakukan pihaknya merupakan provokasi dan propaganda untuk penyebaran negatif kelompok prokemerdekaan tersebut.
“Itu hanya propaganda yang dibikin militer Indonesia,” kata Sebby mengutip Republika.
Ia mengatakan, pasukan TPNPB-OPM yang tersebar di seluruh wilayah Papua, tak menargetkan warga biasa dalam perlawanan bersenjata dengan aparat bersenjata Indonesia.
“Pasukan TPNPB tidak menargetkan warga sipil,” tukasnya.
Namun faktanya, Satu korban tewas ditembak di tempat bernama Neregingget Magai (48) Perempuan Orang Asli Papua (OAP). Sementara anaknya, IA, dilempar oleh pelaku ke dalam jurang hingga mengalami patah kaki.
Polisi menduga aksi sadis yang dilakukan oleh sekitar 15 anggota KKB ini merupakan kelompok yang sama dengan pelaku penyerangan Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia pada 17 Agustus 2026 lalu, yang mengakibatkan seorang prajurit TNI gugur.
Diketahui, sebanyak 9 gadis didominasi dibawah umur disandera kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026) pukul 13.40 WIT.
Informasi penyanderaan tersebut langsung dilaporkan warga ke Pos Koramil 1710-05/Jila. Dalam laporan tersebut, 11 orang perempuan disandera. Namun, untuk dua orang (Ibu-ibu), satu ditemukan tertembak di bagian perut dengan kondisi meninggal dunia, seorang lainnya dibuang ke jurang dengan kondisi patah kaki. (*)
























