
LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Saat Pasukan dari dinas perhubungan (Dishub) Makassar datang mencari Andi Hardes di Lorong 2, Jalan Urip Sumoharjo KM 5, tepatnya di belakang kawasan Nipah Mall pada hari Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 11:00 WITA.
Ketua Tim Hukum Korban dari kantor Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Sulawesi Selatan, Akram, SH mengungkapkan dari puluhan pegawai Dishub Makassar diantaranya ada yang mengaku bahwa dirinya adalah Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Makassar dan Kepala Bidang.
“Ada pihak dari dishub yang mengaku sebagai kadis dan sebagai kabid mengatakan bahwa kalau terjadi hal yang tidak di inginkan dialah yang bertanggung jawab,” ungkap Akram. Senin petang (9/3/2026).
Ketua Tim Hukum PBHI Sulsel menyampaikan dikarenakan ada yang mengaku sebagai Kadis dan Kabid Perhubungan Kota Makassar korban (Hardes) pun mendekat karena diantara puluhan pegawai Perhubungan ada yang mengaku sebagai pimpinan instansi tersebut.
“Korban pun saat itu mendekat karena percaya dengan seseorang yang mengaku kadis dan mendekatlah korban tiba tiba ada salah seorang pegawai dishub yang langsung melakukan pemukulan,” ucapnya menjelaskan.
Arkam mempertanyakan sikap bar-bar puluhan pegawai Perhubungan yang ikut menganiaya anak korban yang masih di bawa umur yang menyebabkan luka berat.
Dia pun merasa heran dengan sikap pegawai Dishub Makassar yang melakukan penjemputan paksa terhadap korban. Padahal pihak Polsek Panakukang hendak melakukan mediasi antara korban dengan pihak pegawai dinas perhubungan makassar.
“Yang jadi soal, pada saat mau di lakukan mediasi di Polsek Panakkukang kenapa anggota dishub yang ingin melakukan penjemputan paksa?” tanya Tim Hukum korban dari PBHI Sulsel.
Apakah dishub punya kewenangan untuk melakukan penjemputan atau penangkapan? Kan tidak.” tutur Arkam
“Pada saat itu korban kaget dan melarikan diri ke sungai, atas hadirnya puluhan pegawai perhubungan,” katanya.
Terkait itu awak media menghubungi Kadis Perhubungan Makassar, Muhammad Rheza Senin petang (9/3) terkait dengan tindakan kekerasan terhadap anak yang dilakukan anak buahnya.
Hingga berita ini diterbitkan Kadis Perhubungan Kota Makassar belum memberikan keterangan resminya. Terkait ulah anak buahnya. (LN)
























