Pemimpin “Palsu”

0
FOTO: Hasrullah, Dosen Komunikasi Fisip Unhas
FOTO: Hasrullah, Dosen Komunikasi Fisip Unhas

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, “Orang yang dikritik, Tidak tau dirinya dikritik itu ciri ciri pemimpin palsu,” tutur pakar komunikasi politik Universitas Hasanuddin, Dr Hasrullah.

Dosen di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu lalu menjelaskan.

Sosok pemimpin di era digital saat ini tidak menjadikan media sosial atau media mainstream sebagai musuh. Tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu menjawab kritikan publik terkait kebijakannya yang dianggap tidak pro rakyat.

Advertisement

“Kepala pemerintahan harus merespon kritikan masyarakat melalui platform media sosial miliknya. Kritikan masyarakat lewat media sosial jangan dijadikan musuh, namun kritikan itu dijawab dengan solusi ataupun dalam bentuk kerja nyata seperti program yang ia tawarkan saat ingin menjadi kepala daerah,” imbuh Hasrullah kepada media Kamis (26/3).

Kata Hasrullah, Pemimpin kedepan harus punya dasar leadership yang kuat. Jangan serba instan, Hal itu nantinya akan mengantarkan seorang kepala daerah hanya memikirkan dirinya untuk mengembalikan beban kost politiknya saat maju sebagai calon kepala daerah.

“Kedepan calon pemimpin harus memiliki basic training di organisasi plus punya leadership yang kuat tentunya,” katanya.

“Tidak berpikir bagaimana mengembalikan beban biaya politiknya saat maju di pemilihan kepala daerah,” tambah dia.

Ia lalu mengambil contoh seperti Gubernur Jawa Barat (Jabar) dan Maluku Utara. Bagaimana membangun wilayahnya melalui pendekatan ke masyarakat lewat platform media sosial.

“Kita ambil contoh gubernur Jabar dan maluku utara realisasi program kerjanya mereka sampaikan lewat akun media sosial miliknya,” tutur Hasrullah.

“Kedua gubernur itu langsung ke masyarakat menanyakan apa yang dirasakan masyarakatnya terkait realisasi program kerjanya,” katanya.

“Pemimpin seperti ini yang kita butuhkan. Bukan pemimpin palsu, kerjanya hanya membagi bagi uang,” kunci Dr Hasrullah. (LN)

Advertisement