Nusron Wahid, Korupsi dan HTI

0
FOTO: Kolase Ahmad Khozinudin
FOTO: Kolase Ahmad Khozinudin.

“Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi.”

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat

LEGIONNEWS.COM – OPINI, Nama Menteri ATR Kepala BPN Nusron Wahid, beberapa hari ini ramai diperbincangkan publik. Hal ini, karena namanya dikaitkan dengan kasus korupsi yang sedang ditangani oleh KPK.

Advertisement

Nyaris 3 hari ini, tidak ada pemberitahuan yang mengabarkan keberadaan sang Menteri. Tak ada satupun wawancara yang berhasil mengkonfirmasi keberadaan dan klarifikasi Nusron Wahid di kasus ini.

KPK sendiri telah mengkonfirmasi bahwa Gus Arif termasuk empat tersangka yang disebut diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid dan diduga berperan sebagai perantara sekaligus pengepul uang dalam pengurusan pertanahan.

Menurut laporan RMOL, ada uang sekitar Rp100 miliar dalam bentuk rupiah dan valuta asing ditemukan KPK dalam 20 koper/kardus di rumah Arif Sugiyanto alias Gus Arif di Cibubur.

RMOL menulis bahwa sumber redaksinya menyebut Gus Arif mengakui uang tersebut milik Nusron Wahid. Kabar inilah, yang membuat publik mengaitkan Nusron Wahid dengan kasus ini.

Terkait Nusron Wahid yang diduga tersangkut dalam perkara ini, publik jadi ingat ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Nusron, adalah salah satu pihak yang begitu kencang menyuarakan pembubaran HTI.

Kala itu, Nusron Wahid mendukung pembubaran HTI karena dinilai menolak Pancasila. Nusron menyebut kampanye khilafah sebagai bukti bahwa HTI tidak menerima Pancasila sebagai ideologi negara.

Masih menurut Nusron, HTI membawa gagasan Khilafah yang bertentangan dengan konsepsi NKRI karena mengarah pada pembentukan khilafah Islamiyah yang bersifat global.

Nusron juga berpendapat HTI bukan organisasi yang tumbuh dari perjuangan kebangsaan Indonesia, melainkan bagian dari gerakan Hizbut Tahrir yang berkembang secara internasional. HTI dinilai tidak menerima sistem demokrasi dan pemerintah.

Miris. Ormas yang berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar dibubarkan hanya karena penilaian, hanya karena mengemban ide Khilafah, hanya karena tuduhan anti Pancasila. Sementara perilaku korupsi para elit dan pejabat di negeri ini, tidak pernah dituding sebagai perilaku anti Pancasila.

Praktik korupsi pejabat yang tak tahu malu, justru mendelegitimasi Pancasila. Apakah Pancasila itu seperti yang dipraktikan para koruptor ?

Lihat saja Fahd A Rafiq. Koruptor yang satu ini, sampai 3 kali berurusan dengan aparat karena korupsi. Apa ada teriakan dari orang yang menentang dakwah HTI, dengan mengatakan Fahd A Rafiq dari Golkar Anti Pancasila dan mengancam NKRI?

Lihat pula Gus Yaqut. Mantan Menag ini juga sedang di adili karena kasus korupsi. Dia juga termasuk orang yang paling getol menuntut pembubaran HTI.

Lalu, apa sebenarnya Pancasila itu? Apakah, Pancasila hanya dijadikan dalih untuk berkuasa dan membungkam aktivitas dakwah Ormas Islam?

Jika diminta memilih, tentu Masyarakat akan lebih memilih berpihak pada HTI yang konsisten berdakwah meski telah dibubarkan, ketimbang kelakuan Gus Yaqut dan Nusron Wahid yang tersangkut kasus korupsi. [].

Advertisement