Musda Golkar Sulsel Berlarut Larut, Armin: Bak Menarik Benang Dalam Tepung

0
FOTO: Armin Mustamin Toputiri, Politisi Senior Partai Golkar Sulawesi Selatan. (Dok via kabar makassar.com) 
FOTO: Armin Mustamin Toputiri, Politisi Senior Partai Golkar Sulawesi Selatan. (Dok via kabar makassar.com) 

LEGIONNEWS.COM – MAKASSAR, Musyawarah Daerah (Musda) ke XI Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga saat ini tidak ada kejelasannya.

Wacana Musda tersebut ada sejak bulan November tahun 2025 lalu, Hingga Juni 2026 belum ada kepastian kapan DPP Partai Golkar memberikan restu gelaran musyawarah daerah itu digelar.

Berlarut larutnya rencana pelaksanaan Musda Golkar Sulsel ini, dijelaskan koordinator steering committee (SC), Armin Mustamin Toputiri kepada awak media. Senin (15/6/2026).

Advertisement

Politisi senior itu mengatakan bahwa Musda Golkar Sulsel itu bagai menarik benang dalam tepung.

“Benangnya ditarik tak putus, tepungnya pula tak berhamburan,” ujar Armin kepada media.

“Apa makna adagium itu?” tutur politisi senior partai golkar Sulsel iti.

Dikatakannya, Mencari siapa figur yang akan ditetapkan menjadi ketua untuk memimpin partai golkar Sulsel masa lima tahun ke depan, bukanlah hal yang sulit bagi Golkar sebagai partai yang memiliki segudang kader potensil.

“Banyak kader potensial di partai golkar Sulsel. bukanlah hal yang sulit bagi golkar sebagai partai yang memiliki segudang kader potensil,” imbuh Armin.

“Justru yang lebih rumit itu, Kita tidak mau ada kader yang ditinggalkan, karena semua kader potensil” pungkasnya.

Bagi Armin, cukuplah sekian kali Musda Golkar Sulsel menjadi pembelajaran berharga, hingga di ujung terakhir kursi Ketua DPRD Sulsel yang sejak Indonesia merdeka, baru kali pemilu 2024 kursi itu direbut partai lain.

“Musabab kesemua itu, karena kita fokus hanya memilih ketua, menarik benang dalam tepung, tanpa kita menimbang-nimbang residunya, tepung ditinggalkan yang berhamburan,” ujar koordinator Steering Committee.

“Dan mengumpulkan tepung berhamburan itu, bukan hal mudah. Kita butuh konsolidasi besar-besaran yang menguras energi,” katanya.

Itu sebabnya, Kata Armin bahwa mohon dimaklumi jika Musda Golkar sedikit berlarut-larut.

“Itulah konsokuensi logis bagi Golkar sebagai partai kader yang memiliki segudang kader potensil. Kami ingin Musda kali ini happy ending, semua kader adalah pemenang,” kunci Armin. (LN)

Advertisement