MenPAN-RB: Pemerintah Terima 1Juta Lebih CASN, Untuk Kebutuhan Kementerian Pemprov Kabupaten dan Kota

612
Ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN
Advertisement

JAKARTA||Legion-news.com Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo menyampaikan, saat ini Pemerintah pusat resmi membuka 1.275.387 formasi dalam pelaksanaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021 ini.

Untuk bulan April 2021, Pemerintah telah membuka formasi di 56 kementerian dan lembaga, ada 69.684 kebutuhan CASN

Jumlah tersebut terdiri dari 61.129 formasi kementerian dan lembaga, serta 8.555 penetapan formasi melalui sekolah kedinasan.

Jumlah tersebut merupakan total formasi yang dibuka di 56 kementerian dan lembaga, 34 pemerintah provinsi, serta 504 pemerintah kabupaten dan kota. Selain itu, 8 sekolah kedinasan juga telah melakukan penetapan formasi.

“Secara prinsip, arahan Bapak Presiden, perbanyak pegawai yang turun langsung ke masyarakat,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, dalam keterangan resmi yang dikutip pada Sabtu (10/4/2021).

Dikatakan, penetapan kebutuhan ASN 2021 ini dilakukan dengan mempertimbangkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.

Berdasarkan data per 7 April 2021, jumlah penetapan formasi dari 56 kementerian dan lembaga, sebanyak 69.684 calon ASN 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 61.129 formasi kementerian dan lembaga, serta 8.555 penetapan formasi melalui sekolah kedinasan.

Untuk formasi daerah yang sudah ditetapkan per 7 April 2021, ada 652.803 formasi.

Sebanyak 34 pemerintah provinsi menyediakan 139.443 formasi, yang terdiri dari 128.656 guru, 10.787 non-guru.

Berdasarkan data yang diterima Panitia Seleksi CASN 2021, formasi ASN terbanyak di pemerintah provinsi untuk tenaga kesehatan adalah perawat, dokter, asisten apoteker, perekam medis, dan apoteker.

Sedangkan kebutuhan jabatan teknis terbanyak di tingkat provinsi adalah pranata komputer, polisi kehutanan, pengawas benih tanaman, pengelola keuangan, serta pengelola pengadaan barang/jasa.

Kemudian untuk jabatan teknis terbanyak di daerah tingkat II tersebut adalah penyuluh pertanian, auditor, pengelola pengadaan barang/jasa, pengelola keuangan, dan verifikator keuangan.

Seleksi dilakukan dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang dikoordinasikan oleh BKN, sementara untuk guru PPPK akan menggunakan UNBK miliki Kemendikbud.

Adapun untuk jadwal pendaftaran masing-masing CPNS, guru PPPK, dan PPPK non-guru akan diumumkan pada kesempatan terpisah.

Pasalnya, selain pengadaan pegawai negeri sipil (PNS), tenaga pendidik juga direkrut melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Total rencana penetapan guru melalui jalur PPPK di daerah sebanyak 547.026 formasi, baik di tingkat pemprov maupun pemkab dan pemkot.

Sementara untuk formasi PPPK non-guru yang sudah ditetapkan sebanyak 21.495 formasi di daerah. Sedangkan CPNS di tingkat daerah, sejauh ini ditetapkan 84.282 formasi.

Rencana jadwal pendaftaran seleksi PPPK untuk guru, dilakukan pada Mei hingga Juni 2021. Beda dengan jalur seleksi lain, peserta seleksi PPPK diberikan kesempatan mengikuti tiga kali seleksi, dalam rentang waktu Agustus hingga Desember 2021.

Tjahjo Kumolo kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak percaya kepada seseorang atau kelompok yang menjanjikan kelulusan dari seleksi CASN.

“Proses seleksi CASN terbuka dan sistemnya tidak ada peluang untuk KKN. Ikuti website Kementerian PANRB dan BKN untuk informasi terbaru,” tutupnya (**)