
LEGIONNEWS.COM – KAMPUS, Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, dilaksanakan pada Jum’at (17/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T 116 Posko Pemberdayaan Desa Biangloe 2 melaksanakan program kerja berupa Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pakan Silase sebagai upaya mendukung pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Desa Biangloe.

Kegiatan ini dipandu oleh Jibran Israfil sebagai penanggung jawab sekaligus pemateri pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC).
Sedangkan Ris’Afrianti bertindak sebagai penanggung jawab sekaligus pemateri pada pelatihan pembuatan pakan silase. Melalui pembagian peran tersebut, pelaksanaan kegiatan berlangsung secara terarah sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta.

Foto Bersama Peserta Pelatihan
Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga, kelompok tani dan peternak, sebagai sasaran utama.
Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia sehingga dapat menghasilkan pupuk organik cair dan pakan ternak berkualitas secara mandiri.
Selain memberikan manfaat ekonomi melalui pengurangan biaya produksi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong penerapan sistem pertanian dan peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Materi pertama yang diberikan adalah pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Peserta diperkenalkan mengenai manfaat POC sebagai sumber unsur hara bagi tanaman, bahan-bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya.
Bahan yang dimanfaatkan berasal dari limbah organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti kulit pisang, air cucian beras, gula merah, dan aktivator mikroorganisme (EM4). Seluruh proses pembuatan dijelaskan secara bertahap mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, hingga cara penggunaan POC pada tanaman.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai guna serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Pelaksanaan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan pembuatan pakan silase sebagai alternatif penyediaan pakan hijauan bagi ternak, terutama pada musim kemarau ketika ketersediaan hijauan mulai berkurang.
Pada pelatihan ini dijelaskan pentingnya proses fermentasi dalam menjaga kualitas pakan serta cara memilih bahan baku yang baik, seperti rumput gajah atau hijauan lainnya.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan pencacahan hijauan, penambahan bahan fermentasi, proses penyimpanan secara kedap udara, hingga ciri-ciri silase yang berkualitas baik.
Kegiatan praktik dilakukan secara langsung sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan pembuatan silase dengan lebih mudah.
Pelaksanaan Pembuatan Pakan Silase
Pelaksanaan pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan sesi diskusi. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dengan aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai penerapan teknologi tersebut sesuai dengan kondisi usaha tani dan peternakan yang mereka miliki.
Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat transfer pengetahuan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam mendukung produktivitas pertanian dan peternakan.
Langkah ini sangat disambut hangat warga dalam pelaksanaannya seperti yang disampaikan salah satu peserta pelatihan yaitu Daeng Rassi yang menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga desa Biangloe untuk mengurangi sampah organik.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga desa Biangloe untuk mengurangi sampah organik rumah tangga,” ujar Daeng Rassi.
Ditempat yang sama Kepala d
dusun Ma’lero, Misbahuddin juga menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan ini peternak dari desa Biangloe dapat mengatasi kekurangan pakan musiman untuk ternak mereka.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T 116 Posko Pemberdayaan Desa Biangloe 2 berharap masyarakat dapat menerapkan teknologi sederhana namun efektif dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan pakan silase menjadi salah satu solusi yang dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi, menjaga keberlanjutan usaha pertanian dan peternakan, serta mendukung terwujudnya kemandirian masyarakat desa.
Diharapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus diterapkan dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Biangloe. (*)























